selalu.id - Kabar Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan memilih pemilihan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Muhaimin Iskandar untuk bertarung di Pilihan Presiden (Pilpres) Pemilu 2024 mendapat reaksi dari Demokrat Surabaya.
Ketua DPC Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari mengaku belum memasang baliho Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Anies Baswedan.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Kepada selalu.id, Lucy mengatakan bahwa di Surabaya Demokrat hanya memasang baliho bergambar AHY. Sebab, belum adanya deklarasi resmi mendukung Anies Baswedan.
"Karena sampai malam ini belum ada deklarasi, maka saya sebagai Ketua DPC Pqrtai Demokrat Surabaya belum memerintahkan untuk memasang baliho Anies-AHY di Kota Surabaya,"melalui keterangan rilisnya, kepada selalu.id, Kamis (31/8/2023).
Lucy menjelaskan, tidak adanya baliho Demokrat bergambar Anies Baswedan karena DPC Partai Demokrat Kota Surabaya masih menunggu kepastian jadi tidaknya pasangan Anies-AHY. Sebab kepastian diperoleh setelah ada deklarasi.
"Karena itu, kami tentunya tidak perlu repot-repot untuk menurunkan balihonya," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, beredar video tersebar di media sosial terkait penurunan baliho Partai Demokrat yang bersama Anies Baswedan. Diketahui lokasi video tersebut berada di Cianjur, Jawa Barat.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Dalam rekaman video tersebut, tampak seorang pria memakai jaket bertulis Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Usai mendapat kabar pencalonan Cawapres Itu, pria itu mengaku mendapat intruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menurunkan baliho.
"Assalamualaikum tepat sekarang 18.40 WIB instruksi DPP kami menurunkan baliho Demokrat bersama Anies Baswedan Sesuai press release partai Demokrat menurunkan baliho yang menggambarkan Anies Baswedan sejak saat ini,"kata pria yang ada direkaman tersebut.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, Lucy Kurniasari mengatakan sejak awalnya dirinya ragu dengan komitmen Nasdem, khususnya Ketum DPP Surya Paloh, dalam Koalisi Perubahan.
Menururnya Surya Paloh ini seolah memberi kebebasan kepada Anies Baswedan untuk memilih Cawapres, namun sebetulnya tidak.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
"Keraguan saya itu akhirnya terbukti. Surya Paloh dengan seenaknya bersepakat dengan PKB. Sementara Demokrat dan PKS dianggapnya seolah tidak ada,"kata Lucy, kepada selalu.id, Kamis (31/8/2023) malam.
Lucy pun mengungkapkan bahwa dirinya bersyukur bisa mengetahui lebih awal tindakan Nasdem yang tidak terpuji itu. Dengan begitu, kata dia, Demokrat dapat cepat berpisah dengan partai yang tidak bisa dipegang komitmennya.
"Partai Demokrat tentunya akan mencari partai lain untuk berkoalisi. Tentu Demokrat akan berkoalisi dengan partai yang berintegritas dan komit pada kesepakatan," jelasnya.
Editor : Arif Ardianto