Pengurus Aisyiyah Sebut Ganjar Populer di Kalangan Muhammadiyah Jatim

Reporter : Ade Resty
Ganjar Pranowo sebagai Capres usungan PDIP

selalu.id - Menjelang pesta demokrasi rakyat yakni Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024. Surabaya Survey Center (SSC) menggelar survei politik yang dilakukan pada periode Juli-Agustus 2023

Dalam survei tersebut, Ganjar Pranowo memperoleh prosentase 40,8 suara. Angka ini jauh meninggalkan kompetitornya, Prabowo Subianto diangka 28,3 persen da Anies Baswedan 22,0 persen.

Baca juga: Organisasi Otonom Muhammadiyah Surabaya Dukung ErJi, Target Kalahkan Kotak Kosong

Menanggapi hasil survei ini, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya yang juga pengurus Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya, Khusnul Khotimah mengatakan, sosok Ganjar memang cukup populer dikalangan warga Muhammadiyah.

Elektabilitas bakal calon presiden (bacapres) yang diusung PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo menempati posisi yang tinggi sebagai sosok pilihan warga Muhammadiyah di Jawa Timur.

"Selama memimpin Jawa Tengah, Pak Ganjar dikenal pemimpin yang kredibel, memiliki kejujuran dan berhasil membangun Jawa Tengah. Keberhasilan ini ternyata tersiar hingga ke Jawa Timur, khususnya dikalangan warga Muhammadiyah," ujar Khusnul, saat dikonfirmasi, Kamis (10/8/2023).

Baca juga: Mahasiswa UM Surabaya Bikin Alat Penanam Jagung 3 in 1, Begini Cara Kerjanya

Ganjar Pranowo, kata Khusnul, juga memiliki semangat berkemajuan dalam membangun di Jawa Tengah. Konsep berkemajuan ini selaras dan juga menjadi prinsip Muhammadiyah selama ini dalam mengurus umat.

"Pak Ganjar juga mempraktikkan prinsip ta'awun atau menolong dalam kepemimpinannya. Ta'awun ini diejawantahkan dalam prinsip gotong royong, bersinergi dan kerja kolektif yang menjadi dasar dalam membangun Jawa Tengah," ungkapnya.

Ta'awun ini, lanjut Khusnul, menjadi gerakan Muhammadiyah dalam melakukan gerakan sosial Islam yang berbasis Al-Ma'un.

Baca juga: Usut Kecurangan Pilpres, Ganjar Pranowo Datangi Kantor PDIP Jatim

"Pak Ganjar dikenal sangat dekat dengan rakyat. Dari sini beliau bisa menerapkan konsep gotong royong yang langsung turun ke bawah. Langsung membantu seperti konsep ta'awun," tandasnya.

Di Muhammadiyah, lanjutnya, memberikan kebebasan dan keleluasaan bagi kadernya dalam berpolitik. Untuk itu, Khusnul berharap kader-kader Muhammadiyah untuk tidak ragu terjun ke politik dan menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024 mendatang.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru