Kamis, 04 Jun 2026 17:10 WIB

Muhammadiyah Gelar Salat Idul Fitri 1447 Hijriah Besok 20 Maret 2026

Ilustrasi Perayaan Hari Raya Idul Fitri. (Dok. Freepik/Istimewa).
Ilustrasi Perayaan Hari Raya Idul Fitri. (Dok. Freepik/Istimewa).

selalu.id - Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah untuk Muhammadiyah akan digelar pada Jumat (20/3/2026) besok.

Kepastian ini merujuk pada maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada tanggal tersebut.

Baca Juga: Survei: 85,3 Persen Pemudik Puas dengan Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, Sukadiono mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti keputusan tersebut dengan melakukan sosialisasi secara menyeluruh ke seluruh daerah.

“PWM Jatim tentu menindaklanjuti maklumat PP Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026,” jelas Sukadiono dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Ia mengatakan bahwa keputusan tersebut telah disampaikan kepada seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), cabang, hingga amal usaha di seluruh Jawa Timur, dan pihaknya berkomitmen menjalankan sesuai ketetapan organisasi.

Seiring dengan penetapan tersebut, Muhammadiyah juga telah menyiapkan ratusan titik pelaksanaan Salat Idul Fitri di berbagai daerah.

Berdasarkan data Majelis Tabligh, sejumlah wilayah mencatat lokasi salat dalam jumlah besar, di antaranya Lamongan sebanyak 286 titik, Surabaya 104 titik, Sidoarjo 98 titik, Bojonegoro 91 titik, serta Banyuwangi 78 titik.

Selain itu, Jember tercatat memiliki 71 titik, Jombang 50 titik, Lumajang 50 titik, Kabupaten Kediri 52 titik, serta Mojokerto 30 titik.

Baca Juga: Ini Dia Petugas Pelindo Daya Sejahtera yang Keras Dalam Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Sejumlah daerah lain juga telah melaporkan lokasi pelaksanaan salat Id, meski masih menunggu pembaruan data secara keseluruhan.

Sukadiono juga mengingatkan potensi adanya perbedaan hari raya Idul Fitri di tengah masyarakat.

Pihaknya mengimbau warga Muhammadiyah untuk tetap menjaga persatuan dan mengedepankan sikap saling menghormati.

“Terkait kemungkinan perbedaan, kami mengimbau agar warga Muhammadiyah mengedepankan tenggang rasa kepada saudara kita yang mungkin berbeda dalam merayakan hari raya,” tegasnya.

Baca Juga: Kecelakaan di Mojokerto saat Mudik Lebaran 2026 Turun Drastis, Berikut Rincian Lengkapnya

Sukadiono menambahkan bahwa perbedaan penentuan hari raya merupakan hal yang kerap terjadi akibat perbedaan metode penetapan.

Karena itu, ia meminta agar perbedaan tersebut tidak menjadi sumber perpecahan di tengah umat.

“Sebagai umat Islam, kalau ada perbedaan agar tidak diperuncing,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.