Sabtu, 05 Sep 2026 14:24 WIB

Muhammadiyah Gelar Salat Idul Fitri 1447 Hijriah Besok 20 Maret 2026

Ilustrasi Perayaan Hari Raya Idul Fitri. (Dok. Freepik/Istimewa).
Ilustrasi Perayaan Hari Raya Idul Fitri. (Dok. Freepik/Istimewa).

selalu.id - Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah untuk Muhammadiyah akan digelar pada Jumat (20/3/2026) besok.

Kepastian ini merujuk pada maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada tanggal tersebut.

Baca Juga: Survei: 85,3 Persen Pemudik Puas dengan Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, Sukadiono mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti keputusan tersebut dengan melakukan sosialisasi secara menyeluruh ke seluruh daerah.

“PWM Jatim tentu menindaklanjuti maklumat PP Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026,” jelas Sukadiono dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Ia mengatakan bahwa keputusan tersebut telah disampaikan kepada seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), cabang, hingga amal usaha di seluruh Jawa Timur, dan pihaknya berkomitmen menjalankan sesuai ketetapan organisasi.

Seiring dengan penetapan tersebut, Muhammadiyah juga telah menyiapkan ratusan titik pelaksanaan Salat Idul Fitri di berbagai daerah.

Berdasarkan data Majelis Tabligh, sejumlah wilayah mencatat lokasi salat dalam jumlah besar, di antaranya Lamongan sebanyak 286 titik, Surabaya 104 titik, Sidoarjo 98 titik, Bojonegoro 91 titik, serta Banyuwangi 78 titik.

Selain itu, Jember tercatat memiliki 71 titik, Jombang 50 titik, Lumajang 50 titik, Kabupaten Kediri 52 titik, serta Mojokerto 30 titik.

Baca Juga: Ini Dia Petugas Pelindo Daya Sejahtera yang Keras Dalam Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Sejumlah daerah lain juga telah melaporkan lokasi pelaksanaan salat Id, meski masih menunggu pembaruan data secara keseluruhan.

Sukadiono juga mengingatkan potensi adanya perbedaan hari raya Idul Fitri di tengah masyarakat.

Pihaknya mengimbau warga Muhammadiyah untuk tetap menjaga persatuan dan mengedepankan sikap saling menghormati.

“Terkait kemungkinan perbedaan, kami mengimbau agar warga Muhammadiyah mengedepankan tenggang rasa kepada saudara kita yang mungkin berbeda dalam merayakan hari raya,” tegasnya.

Baca Juga: Kecelakaan di Mojokerto saat Mudik Lebaran 2026 Turun Drastis, Berikut Rincian Lengkapnya

Sukadiono menambahkan bahwa perbedaan penentuan hari raya merupakan hal yang kerap terjadi akibat perbedaan metode penetapan.

Karena itu, ia meminta agar perbedaan tersebut tidak menjadi sumber perpecahan di tengah umat.

“Sebagai umat Islam, kalau ada perbedaan agar tidak diperuncing,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.