Pemkot Surabaya Sediakan Ribuan Seragam Gratis untuk Warga Miskin, Dispendik: Jangan Tarik Biaya!

Reporter : Ade Resty
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruf

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memastikan bahwa menempuh pendidikan dasar di sekolah negeri Surabaya tidak memerlukan biaya, alis gratis. Namun, seragam sekolah masih menjadi tanggungnya personal masing-masing murid.

Untuk itu, di tahun ajaran baru 2023, Pemkot Surabaya pun memberikan keringanan tambahan berupa seragam sekolah gratis dengan total sebanyak 11.000 ribu untuk Keluarga Miskin (Gamis).

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruf menyampaikan seragam sekolah gratis untuk Gamis disediakan sebanyak 4000 ribu untukSiswa SD/MI. Sedangkan, untuk SMP/MTS sebanyak 7000 ribu.

"Sudah diproses gratis untuk Gamis, pengadaan segaram ini dibeli dari UMKM, jadi jangan tarik biaya," kata Yusuf, Jumat (28/7/2023).

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Terkait sejumlah daerah banyak menarik biaya untuk seragam, Yusuf mengingatkan kembali untuk sekolah-sekolah di Surabaya agar tidak menarik biaya seragam terhadap murid berkategori gamis. Terutama untuk sekolah negeri, agar segala pembiayaan harus dilakukan dengan hitungan yang seksama agar tidak memberatkan siswa.

"Pasti dievaluasi, apalagi yang sekolah negeri. Kita cek tahapan-tahapannya. Saat ini para Kepala Sekolah sudah saya ingatkan terus jangan saling memberatkan. Buat sekolah menyenangkan, buat sekolah nyaman untuk guru, siswa dan orangtua," katanya. 

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Yusuf pun menekankan bahwa pendidikan di Surabaya adalah mengedepankan psikologis anak, yakni rasa nyaman dan senang saat bersekolah. Oleh karenanya, anak-anak tidak boleh terbebani dengan pengeluaran biaya yang memberatkan keadaan ekonomi keluarganya.

"Jangan membuat keperluan seragam jadi membebani nanti psikologis anaknya bisa terpengaruh. Yang paling penting adalah pembelajarannya, kita fokus gimana anak dari TK ke SD transisinya bisa menyenangkan dan baik," ungkapnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru