selalu.id - Ribuan massa yang bergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jawa Timur melakukan aksi di Surabaya hari ini, Kamis (20/7/2023). Namun, di balik itu ternyata ada dugaan sesama driver ojek online (ojol) melakukan pemaksaan terhadap driver ojol lainnya untuk demo bersama-sama melakukan aksi turun ke jalan.
Disinyalir dari beberapa informasi yang didapat selalu.id, bahwa beberapa driver ojol yang memutuskan untuk tetap bekerja dan menerima pesanan antar makanan, mendapat pesan kasar di kolom chat orderan gofood.
Baca juga: Bawa Sapi ke DPRD, Jagal RPH Pegirian Tolak Relokasi ke TOW
Isi dari pesan kasar tersebut adalah ajakan untuk mengikuti demo atau aksi turun ke jalan dengan paksa, "Goblok melok o demo, melok o demo cok goblok," tulis catatan pesanan yang diterima driver ojol tersebut.
Hal tersebut tak hanya terjadi pada satu driver ojol saja, melainkan beberapa driver mengaku mendapat seruan aksi secara paksa dengan modus pesanan makanan palsu.
"Masuk kamar jenasah di belakang, cepat cok, liane online, raimu online," pesan yang didapat driver ojol lainnya.
Menanggapi hal itu, Humas Frontal, Daniel Lukas Rorong membantah pihaknya memaksakan aksi turun ke jalan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menghimbau kepada semua driver ojol untuk berbuat anarkis apa lagi kepada sesama driver ojol.
Baca juga: Demo Tolak Pemangkasan ADD di Mojokerto Ricuh, Massa Dorong Polisi
"Gak ada larangan teman-teman (driver ojol) untuk ngebid (aktif akun order) hari ini. Kita gak ada himbauan berbuat anarkis ya seperti itu," tegas Daniel, saat dihubungi selalu.id.
Daniel kembali menegaskan bahwa himbauan Frontal Jatim tidak mengharuskan semua driver ojol mengikuti aksi demonstrasi tersebut. Sebab, menurutnya yang ngebid atau menerima orderan itu adalah kebutuhannya masing-masing yang tidak bisa dipaksakan.
"Kita gak ada himbaunan harus wajib ikut demo ya, yang ngebid monggo, yang ikut berjuang aksi ini ya monggo. Kita gak tahu setiap kebutuhan masing-masing orang kan," ujarnya
Baca juga: Pembuat Molotov untuk Demo Grahadi Terancam UU Darurat, Pelaku Belajar dari Internet
"Siapa tahu yang ngebid hari ini, memang lagi ada kebutuhan biaya anak sekolah atau siapa tahu mereka ada yang sakit atau gimana butuh orderan. Sekali lagi, saya pribadi tidak ada himbauan melarang ngebid ataupun sekasar itu," imbuhnya.
Apabila memang ditemukan driver ojol yang berpesan kasar seperti itu, Daniel mengungkapkan bahwa pihaknya bakal memberi teguran langsung.
"Saya melihat sendiri tidak ada, tapi kalau ada saya langsung untuk tegur untuk tidak anarkis," pungkasnya. (Ade/Adg)
Editor : Ading