Selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya getol mengkampenyekan penggunaan produk dalam negeri, melalui pemberdayaan UMKM. Oleh karenanya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka seluas-luasnya sirkulasi dagang UMKM. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dan dengan 32 pengelola pusat belanja atau mal yang ada di Kota Surabaya untuk penempatan pelaku dan produk UMKM.
Kerjasama itu untuk mendorong mal menggunakan dan mensirkulasikan produk dalam negeri, penyerapan tenaga kerja domestik, dan pengentasan kemiskinan bersama Pemkot Surabaya. Bahkan puluhan pengelola pusat belanja itu telah melakukan penandatang Memorandum of Understanding (MoU), di Hotel Sheraton, Senin (10/4/2023) kemarin.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Eri Cahyadi mengatakan salah satu kesepakatan itu yakni menempatkan UMKM Surabaya masuk ke dalam mal. Namun, penempatan itu nantinya ada pembinaan dalam memasarkan produk dalam negeri yang akan paparkan di mal serta lainnya.
"ada pembinaan-pembinaan terhadap UMKM, sehingga dapat berkembang," kata Eri, Selasa (11/4/2023).
Bahkan Eri menilai, mereka pelaku UMKM sudah siap bergabung di 32 pusat belanja yang tergabung Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur.
“Contoh seperti di Pasar Turi Baru, yang standnya diberikan satu tahun gratis itu isinya hampir 1000 yang diisikan UMKM Kota Surabaya. Salah satunya itu, untuk yang lainnya sedang dilakukan pengembangan-pengembangan yang dilakukan oleh Ketua APPBI dan pengelola mal di Surabaya,” ujarnya.
Meski begitu, Eri menerangkan, UMKM yang akan masuk ke dalam mal atau stand pusat belanja akan melalui tahap kurasi terlebih dulu.
Pemkot Surabaya pun akan melakukan pelatihan terhadap UMKM yang tidak lulus kurasi, agar bisa masuk ke ke pusat-pusat belanja yang telah bekerja sama dengan Pemkot.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
“Maka akan kita latih kembali untuk bisa masuk di mal-mal ini,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya Achmad Zaini menyampaikan pihaknya masih melakukan koordinasi tekni terkait UMKM yang dikurasi dengan Dinas terkait.
"Nanti secepatnya kami koordinasi, sementara mal-mal masih konsentrasi dengan lebaran, nanti setelah lebaran mungkin sudah bisa," ujar Zaini.
Zaini menyebut sudah ada beberapa UMKM yang udah siap seperti ditempatkan di Tunjungan Plaza, Pakuwon Trade Center (PTC) dan Delta Plaza.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
"Kalau di Diskopdag itu masih kita seleksi, apakah produknya layak,"tuturnya.
Untuk syaratnya, ia menambahkan, produk-produk UMKMnya harus sesuai standar pusat-pusat belanja di Surabaya.
"Yang penting produk harus sesuai standar mal. Biar UMKM naik kelas, belum ada batasan jumlahnya berapa. Mal welcome masih menunggu kita,"pungkasnya. (Ade/Adg)
Editor : Ading