selalu.id - Menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang Bulan Ramadan, Pemerintah Kota Surabaya mengimbau masyarakat agar tidak panic buying.
Kabag Perekonomian dan SDA Surabaya, Dewi Wahyu Wardani mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Surabaya selalu melakukan pantauan harga-harga bahan pokok di pasar.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Disebutkan, Pemkot Surabaya akan terus memantau kenaikan harga seperti bawang dan cabai. Koordinasi dengan PD Pasar Surya terus dilakukan terkait ketersediaan barang.
"Kita melihat stok di pasar masih cukup, masih terpenuhi dan tidak kekurangan. Maka, dalam satu bulan ke depan kami mengimbau warga Surabaya tidak panic buying," kata Dewi, Rabu (8/3/2023).
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Devie Afrianto menyampaikan bahwa upaya menekan dampak inflasi dan pengendalian harga, salah satunya adalah melalui kegiatan operasi pasar.
"Untuk mengendalikan inflasinya, menjaga stabilisasi harga kita lakukan di pasar tradisional dan untuk menekan dampak inflasinya, kita lakukan (operasi pasar) di kecamatan,"ujarnya.
Devie menyampaikan pihaknya telah melakukan pada periode awal Februari - awal Maret 2023 sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), pada komoditi beras telah didistribusikan sebanyak 616 ton, serta 133 ton pendistribusian minyak goreng.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Jadi sebenarnya kalau dikatakan kenapa harus ke pasar? karena kita punya keinginan untuk bisa menjaga stabilitas harga. Sebetulnya, operasi pasar tidak untuk masyarakat, tapi untuk pedagang pasarnya, harapannya saat mereka mendapatkan harga kulak yang bagus, harga jualnya juga wajar," tutur Devie.
Tak hanya itu, Pemkot Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) juga telah menggerakkan pemanfaatan lahan pekarangan milik warga.
Kepala DKPP Surabaya Lilis Pristiwati mengatakan, pihaknya telah memberikan bantuan bibit dan penanaman di Taman Hutan Raya (Tahura).
"Kami telah melakukan antisipasi terkait distribusi tanaman tersebut dan menanami Tahura untuk komoditi tersebut. Serta memberikan peningkatan kapasitas pada masyarakat. Pelatihan untuk tidak harus memanfaatkan lombok dalam bentuk segar, bahwa bisa menjadi olahan cabai kering," ujar Lilik
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Sementara itu, Direktur PD RPH Kota Surabaya Fajar A. Isnugroho mengaku, menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, pihaknya menyiapkan tim monitoring peredaran daging RPH.
Mereka bergerak di tujuh pasar untuk memantau harga daging di Surabaya. Tujuh pasar tersebut diantaranya, pasar Wonokromo, Pabean, Tambak Rejo, Genteng, Pucang, Kembang, dan Balongsari.
"Dari tujuh pasar itu ditambah dengan beberapa pedagang di depan Arimbi (pasar daging) dan Pegirian, harga daging saat ini masih stabil Rp 1120.000 per kg. Kemudian, Rumah Daging RPH menjelang Ramadhan dan Idul Fitri menyiapkan 8-10 ton stok daging untuk masyarakat Surabaya. Perincinanya 3 ton disiapkan untuk bulan Maret 2023 dan sisanya di bulan April 2023," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi