selalu.id - Sekolah Kristen Elyon (SKE) menjadi tuan rumah dalam acara roadshow tentang kurikulum merdeka belajar, Senin (6/3/2022).
Dalam roadshow tersebut, SKE bersama
Perkumpulan Sekolah SPK (Satuan Pendidikan Kerja Sama) Indonesia (PSSI), bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Surabaya dan Jawa Timur. Tujuannya untuk mensosialisasikan implementasi kurikulum merdeka belajar kepada guru-guru di Surabaya, khusunya sekolah negeri.
Baca juga: Minimalisir Kecelakaan, Bus Sekolah Surabaya Layani 5 Ribu Siswa Selama November 2024
Executive Director SKE, Winfrid Prayogi mengatakan, pihaknya sudah memberikan kebebasan siswa-siswi untuk memilih apa yang dibutuhkan dalam pendidikan berdasarakan bakat dan minat yang dimiliki.
"SKE sudah terbiasa dengan tiga aspek yang harus diimplemantasikan dalam merdeka belajar. Yakni, capaian, proses mencapai dan caranya. Karena kami menggunakan kurikulum Cambridge," kata Winfrid.
Winfrid menyampaikan, acara ini juga untuk membagikan pandangan serta pengalaman kepada para guru terkait konsep pembelajaran yang di kembangkan SKE. Terutama untuk guru di sekolah negeri.
“Di Sekolah Kristen Elyon sendiri, kami memberikan jalan untuk anak-anak sesuai apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan level pendidikannya berdasarkan minat bakat, yang dibagi ke dalam beberapa jurusan sejak kelas 9 yang kami sebut sebagai program 5 Stream," ujarnya.
Dengan semakin banyak sosialisasi dilakukan, target 100 persen implementasi kurikulum merdeka belajar pada tahun 2024, diharapkan bisa tercapai.
Baca juga: Elyon Christian School Adakan E-Green Exhibitions
"Pemerintah mengajak PSSI road show agar sosialisasi ini didengar oleh semua pengajar di Indonesia, khususnya Surabaya. Karena, implementasi kurikulum tersebut akan berpegaruh pada kualitas generasi mendatang," papar Winfrid.
Direktur General Treasurer PSSI Shirley Puspiwati, juga menyampaikan antusiasmenya terhadap sosialisasi ini. Ia menganggap PSSI merupakan perpanjangan tangan pemerintah untuk menyebarluaskan merdeka belajar.
"Kurikulum Merdeka dalam satuan pendidikan di Indonesia membutuhkan beberapa kegiatan dan juga pemahaman. Di sisi lain kami juga terus mengawal satuan pendidikan," katanya.
Sementara itu, Pengawas SD Surabaya Barat wilayah Sukomanunggal dan Krembangan dari Dindik Surabaya, Mudjoko menambahkan, implementasi merdeka belajar ditingkat SMP sudah mencapai 90 persen. Di tingkat SD mencapai 75 persen, dan masih sekitar 10 persen untuk tingkat TK.
Baca juga: Perubahan Kurikulum Picu Stres Guru, Begini Antisipasi Pemkot Surabaya
"Saya rasa hal ini bagus, karena sosialisasi diperlukan untuk semua lini agar implementasi merdeka belajar tercapai secara maksimal ditahun 2024," ujar Mudjoko.
Diketahui, kurikulum merdeka belajar merupakan sebuah framework pembelajaran yang membawa harapan baru bagi anak anak Indonesia tentang Pendidikan yang berpusat pada anak.
Dalam implementasinya ke depan, setiap sekolah dapat mengembangkan sendiri framework ini untuk menjadi sebuah materi pembelajaran komperhensif yang sesuai dengan kebutuhan sekolah, serta berdasarkan kemampuan perserta didik. (Ade)
Editor : Arif Ardianto