selalu.id - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat bahwa penyakit diabetes pada anak di Indonesia meningkat 70 kali lipat sejak 2010.
Di Kota Surabaya sendiri, melalu data Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, naiknya kasus diabetes pada anak dimulai pada tahun 2021 sebanyak 172 kasus hingga ke 2022 sebanyak 184 kasus.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Menananggapi itu, Ahli Gizi Universitas Airlangga (Unair), Dominikus Raditya Atmaka mengatakan, tingginya kasus tersebut karena tingkat diagnosis dini yang semakin tinggi dan faktor genetik.
Domi menjelaskan bahwa konsumsi gula dan garam pada anak tidak secara langsung dibatasi dan diatur melalui perundang-undangan. Ia pun membeberkan cara mencegah Diabetes pada anak.
"Kasus diabetes pada anak akhir-akhir ini memang semakin banyak. Namun kasus kejadian diabetes pada anak didominasi diabetes melitus tipe 1 yang biasanya diwariskan secara genetik atau inborn metabolic error bukan karena faktor lifestyle," kata Domi, Senin (13/2/2023).
Hal itu tentu saja berbeda dengan Diabetes Melitus (DM) tipe 2 yang banyak terjadi pada dewasa, sebab pola hidup yang buruk. Ia menyebut sesuai dengan Permenkes nomor 30 tahun 2013 pun telah mengatur anjuran konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) per hari pada dewasa.
"Yakni G4-G1-L5 yang artinya 50 gram gula ( 4 sendok makan/hari), 5 gram garam (1 sendok teh/hari), dan 67 gram lemak (5 sendok makan/hari),"ujarnya .
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Lantas bagaimana anjuran konsumsi gula yang disarankan untuk anak-anak? Domi pun menjelaskan bahwa batasan anak-anak yakni sebelum dimulainya masa pubertas atau kurang lebih berakhir di usia 13-15 tahun.
Meski gula dan garam tidak diatur dalam perundang-undangan. Namun, tetap ada batasan konsumsi natrium dan karbohidrat sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG).
"Jika mengonsumsi berlebihan pasti akan ada efeknya ke depan seperti obesitas, hipertensi, dan lain-lain," jelasnya.
Tak dipungkiri pula, anak-anak memiliki kebutuhan mengonsumsi Air Susu Ibu (ASI) maupun Susu Formula (Sufor) yang mengandung beberapa jenis gula seperti laktosa, fruktosa, glukosa. Domi mengimbau orang tua untuk memberikan sufor yang sesuai dengan kebutuhan pasien diabetes pada anak.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
"Terutama untuk kadar gula sederhana yang ditambahkan atau dicampurkan dalam Sufor maksimal 5 persen. Selain itu perlu diatur jumlah konsumsi kalori harian supaya tidak membuat kadar gula darah meningkat terlalu drastis,"papar spesialis gizi klinis dan pengembangan produk makanan itu.
Sementara, tambah dia, untuk anak dengan Diabetes Melitus tipe 1, salah satu pengobatan yang diberikan adalah suntikan insulin. Selain itu juga tetap mengatur pola makan supaya bisa menjaga kadar gula darahnya tetap stabil.
"Jika tidak menjaga jadwal, jumlah dan jenis (3J) makanan minuman yang dikonsumsi, bisa berakibat hipoglikemia yakni kondisi ketika kadar glukosa alias kadar gula darah berada di bawah angka normal,"tutupnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi