selalu.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menyetujui anggaran untuk penambahan unit pemadam kebakaran (Damkar) sebesar Rp 33,5 miliar.
Anggaran yang diajukan Pemkot Surabaya melalui Dinas Pemadam Kebakaran itu untuk meningkatkan sarana dan prasaran (Sarpras) dalam penanggulangan bencana kebakaran di Kota Surabaya.
Baca juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno mengatakan, penambahan sarana prasarana tersebut nilainya sekitar Rp 33,5 miliar yang dianggarkan melalui RAPBD Tahun 2023.
"Sedangkan RAPBD 2023 saat ini sudah masuk dalam tahap pembahasan akhir oleh Badan Anggaran yang selanjutnya dijadwalkan untuk disahkan menjadi APBD pada tanggal 10 November 2022," ujar Anas Karno, Minggu (6/11/2022).
Anas menjelaskan, kebutuhan sarpras itu
pemadaman kebakaran ini untuk memperkuat armada Dinas PMK yakni berupa satu unit Heavy Foam Truck, dan satu mobil SCBA (Self Contained Breathing Apparatus.
"Heavy Foam Truck adalah mobil pemadam kebakaran dengan spesifikasi khusus. Yaitu memadamkan api yang membakar bahan-bahan mengandung minyak, yang sulit dipadamkan kalau menggunakan air," jelasnya.
Baca juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak
kata dia, Heavy Foam Truck sangat berguna untuk mengatasi kebakaran seperti di tempat produksi cat, tinner, atau tempat-tempat penyimpan zat kimia lainnya. Kemudian kebakaran POM Bensin, mobil tangki minyak atau kebakaran mobil.
"Ini sangat berbahaya jika tidak segera dipadamkan apinya, apalagi kalau lokasinya berada di pemukiman," terangnya.
Sedangkan mobil SCBA, lanjut Anas berfungsi sebagai tempat pengisian tabung pernafasan bagi petugas Damkar, ketika masuk gedung untuk operasi pemadaman api. Ataupun upaya penyelamatan korban yang terjebak di gedung yang terbakar.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
"Menurut pihak Dinas PMK, setiap tabung hanya berkapasitas 15 menit pakai. Selama ini mereka menggunakan alat yang dimodifikasi sendiri, sehingga pengisian tabung tidak maksimal," imbuhnya.
Lebih lanjut Anas, menambahkan alat modifikasi yang digunakan selama ini hanya mampu mengisi satu tabung. Sedangkan kalau menggunakan mobil SCBA bisa 10 tabung sekali isi. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi