selalu.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebut sekitar 8 ribu warga Surabaya tidak memiliki jamban. Rata-rata yang tidak punya adalah rumah yang berada di pinggir sungai dan pantai.
"Jadi data-data yang kita kumpulkan itu ada sekitar 8 ribuan warga tak memliki jamban dirumahnya," kata Kepala DLH Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, saat dihubungi selalu.id, Rabu (2/11/2022)
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari
Hebi menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemasangan ratusan jamban setiap tahunnya. Namun, pada tahun 2023 permintaan jamban warga meningkat hingga ribuan.
"Kita sudah melaksanakan pemasangan jamban tahun 2020 ada 400 jamban, tahun 2021, 300 jamban tahun 2022 akan selesai di November ini,"ujarnya.
Baca juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya
Hebi menyebutkan, warga yang tak memiliki jamban tersebut, biasa menggunakan jamban Komunal. Terutama untuk kamar mandi bersama.
"Ada yang memang Buang Air Besar (BAB) sembarangan, tidak hanya di sungai, mungkin di mana saja asal bisa,"ujarnya.
Baca juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya
Lebih lanjut Hebi menerangkan, DLH Surabaya telah menganggarkan sebanyak 2000 ribu jamban di tahun 2023 mendatang.
"Seharusnya Target kami 2023 itu harus semua. Setiap tahun pasti ada pembangunan jamban. Kita sekarang secepatnya (lakukan) agar masyarakat tidak buang air sembarangan,"pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi