selalu.id - Wakil Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Pemerintah Kota masih menunggu obat Gagal Ginjal Akut yakni Fomepizole (Injeksi) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Meski masih menunggu, Eri mengungkapkan, pihaknya kini telah berupaya melakukan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat terkait penyakit gagal ginjal akut pada anak-anak.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
"Obat gagal ginjal dihitung berdasarkan kebutuhan-kebutuhan kementerian, seperti vaksin Covid. Jadi jangan mengandalkan menunggu, yang penting (lakukan) pencegahan,"kata Eri, Selasa (25/10/2022).
Pencegahan itu salah satunya, kata Eri, mengecek apotek-apotek apakah masih menjual obat sirup yang telah dilarang oleh Pemerintah.
"Sudah koordinasi Polrestabes juga kepolisian. Jalani Surat Kementerian untuk mengecek (apotek) turun ke lapangan. Pencegahan jauh lebih baik, kita tak bisa mengontrol keluarnya obat sirup,"ujarnya.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Kemudian, Eri menerangkan, pencegahan terutama harus dilakukan oleh orang tua dulu. Bagaimana anak apabila ada gejala panas, berat badan turun. Segera melapor agar pemantauan dan pengobatan ditangani Pemkot Surabaya.
"Ini hampir sama seperti Covid. Makanya kami melakukan sekarang adalah mitigasinya Kluster-Kluster yang disosialisasikan Puskesmas, ketika ada gejala langsung lapor ke kami,"ucapnya.
"Karena orang tau itu biasanya kalau badan anak panas itu dianggap masuk angin. Saya mohon kepada ortu untuk lebih prepare atau lebih hati-hati lagi. Jadi mendingan langsung diperiksakan, atau dibawa ke rumah sakit secepatnya. Jangan dianggap sebagai sakit biasa. Mendingan kalau sakit masuk angin gapapa, tapi jangan terlambat dalam pengobatannya. Itu yg sosialisasi yang kita lakukan, turun ke bawah seperti itu,"lanjutnya.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Lebih lanjut Eri menambahkan, masih belum mengetahui berapa jumlah obat gagal ginjal untuk Surabaya.
"Saya belum tahu karena kita kemarin membagi sesuai jumlah penduduk. Keputusannya kalau sudah dikirim podo kaya Covid, dapat segini surabaya dapat sekian-sekian,"pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi