Disebutkan Ada Kasus Gagal Ginjal Anak di Surabaya, Wali Kota: Belum Ada Laporan

Reporter : Ade Resty
Ilustrasi ginjal

selalu.id - Muncul informasi yang menyebutkan adanya 10 kasus gagal ginjal akut pada anak di Surabaya. Kasus itu disebutkan bagian dari 24 anak yang ada di Jawa Timur.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya belum menerima laporan penyakit yang menyerang pada anak-anak tersebut.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Jadi kita belum mendapatkan laporan. Dan itu memang declare-nya dari pusat. Jadi nanti mohon ditunggu dari pemerintah pusat hasilnya seperti apa," kata Eri, saat ditemui di Balai Kota Surabaya, Rabu (19/10/2022).

Meski begitu, Eri menerangkan, Pemkot Surabaya akan melakukan antisipasi dan terus bekerja melakukan pencegahan terhadap penyakit tersebut.

Eri mengaku telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan.

Salah satunya dengan meningkatkan sosialisasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) kepada masyarakat.

"Dinkes sudah saya minta turun untuk menyampaikan di sekolah, di titik-titik tertentu bagaimana menjaga kesehatan, pola hidup sehat,"ujar Eri.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Menurutnya, penyakit apapun harus mengutamakan pola hidup sehat terutama makanan. Sehingga, saat ini Pemkot Surabaya telah berdiskusi soal makanan yang di sekolah-sekolah.

Hal itu diharapkan agar makanan yang dikonsumsi anak-anak ketika di berada sekolah dipastikan aman dan sehat.

"Ini yang sedang kita diskusikan dengan para kepala sekolah. Salah satunya untuk mencegah (penyakit gagal ginjal misterius) itu," jelasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan, bentuk perhatian para orang tua terhadap pola hidup sehat anak dinilainya juga sangat penting.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Sebab anak-anak ini kadang (mohon maaf) kalau jajan tidak berpikir ini sehat atau tidak, ada banyak bahan pengawetnya atau tidak. Nah, ini yang bahaya. Makanya kita juga ke sana (koordinasi dengan sekolah)," ungkap dia.

Dengan itu, seluruh puskesmas di Surabaya telah terjun melakukan promosi kesehatan kepada para orang tua agar mewaspadai penyakit gagal ginjal misterius. Terutama terkait pengawasan terhadap pola hidup sehat dan makanan anak-anak.

"Dari masing-masing puskesmas sudah turun menyampaikan ke orang tua supaya memantau anaknya, terutama jajannya. Saya juga minta kepada para orang tua untuk ikut menjaga kesehatan anaknya," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru