Diterjang Angin Kencang, Lokasi Festival Layang-layang Surabaya Porak-poranda

Reporter : Ade Resty
Suasana di lokasi festival layang-layang Surabaya setelah diterjang angin kencang

selalu.id - Festival layang-layang di Surabaya yang digelar di Long Beach Area Selatan, Pakuwon City, Surabaya dan dimulai hari ini, Sabtu (1/9/2022) terpaksa harus dibatalkan. Lantaran, kondisi cuaca tidak mendukung. Angin kencang menerjang merobohkoan tenda-tenda peserta dan panitia.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Wiwiek Widayanti mengatakan, kegiatan tersebut ditunda sementara, karena kondisi angin kencang membuat festival layang-layang tak bisa digelar.

Baca juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

"Iya (dibatalkan) jadi itu dua hari acaranya sampai besok. Mudah-mudahan besok itu cuaca bagus, jadi karena ini kondisi alam,"ujar Wiwiek, saat dihubungi selalu.id via telepon, Sabtu (1/9/2022).

Wiwek menyampaikan, penggelaran festival layang-layang akan tetap dilanjutkan. Apabila kondisi cuaca mendukung.

"Bukan dibatalkan tapi ditunda sementara, besok kita lanjut. Jadi penilaian-penilaian (perlombaan layang-layang) untuk hari ini tidak bisa dilanjutkan karena kondisi alam,"ujarnya.

"Mudahan-mudahan kalau cerah sudah bisa dilanjutkan. Ini melihat situasi besok, ini kan ada peringatan dua hari (BMKG) kalau hari ini tidak dimungkinkan,"lanjutnya.

Baca juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Dampak angin kecang tersebut membuat sejumlah  tenda-tenda roboh. Bahkan, barang-barang milik peserta serta panitia di sekitar lokasi festival berterbangan.

Terpisah, Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi warga yang ada sekitar lokasi dan telah membantu mengevakuasi barang serta mengamankan lokasi.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Infonya begitu karena angin kencang, gak jadi (dibubarkan) karena cuaca tak memungkinkan,"jelasnya, saat dihubungi selalu.id.

Ridwan juga mengimbau kepada masyarakat tetap waspada dengan kondisi cuaca seperti itu. Ia menyebut saat ini cuaca berada di masa transisi dari musim kemarau ke penghujan

"Ini masa transisi, banyak angin kencang, masyarakat diimbau untuk hati-hati saat di bawah pohon,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru