Ini Penyebab Suhu di Surabaya Panas Menyengat

Reporter : Ade Resty
Suasana kota Surabaya

selalu.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan peningkatan suhu di wilayah Surabaya diakibatkan fenomena Equinox.

Fenomena Equinox sendiri adalah dimana posisi matahari melintasi garis katulistiwa.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Sidoarjo, Teguh Tri Susanto, menyampaikan, suhu udara di wilayah Surabaya dan sekitarnya mencapai 25-35 derajat celcius.

"Fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun. Yakni 21 Maret dan 23 September,"kata Teguh, Senin (26/9/2022).

Teguh mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak mengkhawatirkan dampak fenomena equinox ini, sebab, menurut Teguh, Equinox tidak tidak selalu menyebabkan suhu ekstrem.

"Equinox bukan seperti gelombang panas (heat wave) yang dapat meningkatkan suhu secara drastis, serta kejadian peningkatan suhu udara ekstrem di luar kebiasaan dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama," jelasnya.

Lebih lanjut Teguh menyampaikan, untuk masyarakat tetap harus mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan," ungkapnya.

Pantuan selalu.id, pada Siang ini pukul 13.45 WIB, Senin (26/9/2022) suhu udara mencapai 34 derajat celcius.

Salah satu pengendara motor, Esti (25) mengaku, cuaca beberapa hari ini sangat panas. Bahkan, dirinya merasa pusing dan mata terasa panas dan perih.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Panas sekali beberapa hari merasa pusing, tangan saja terasa terbakar pas nyetir, padahal ini sudah ditutupi jaket. Hari ini minum es 4 kali," kata Esti, kepada selalu.id.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Khusnul (26) yang mengaku tidak tahan dengan cuaca panas hingga mandi 3 kali.

"Mataku panas banget, aku mandi sampai 3 kali. Kulit tangan ku sampai kosong karena lupa pakai sarung tangan," terang Khusnul. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru