Sikapi Kasus Pengusiran Cucu Mensos Risma, Arif Fathoni: Cabut Izin Playtopia!

Reporter : Ade Resty
Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Arif Fathoni

selalu.id - Peristiwa pengusiran yang diindikasikan berbau diskriminasi yang dialami oleh cucu Menteri Sosial, Tri Rismaharini di wahana bermain Playtopia di mal Ciputra World Surabaya (CWS) menuai reaksi dari berbagai kalangan. Salah satunya Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Arif Fathoni.

Toni, sapaan akrab Arif Fathoni mengatakan bahwa semua tempat publik tidak boleh memberikan perbedaan pelayanan kepada pengunjung yang datang karena berdasarkan SARA, karena Pondasi besar bangsa Indonesia adalah keberagamannya.

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

"Tidak ada toleransi soal diskriminasi, ini harus disikapi dengan serius," ujar Toni kepada selalu.id, Jumat (2/9/2022).

Dalam kasus ini, Toni meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hadir memberikan kenyamanan sekaligus memastikan tidak ada lagi kasus yang berkaitan dengan diskriminasi terlebih kepada anak-anak.

"Saya berharap Pemerintah Kota memberikan sangsi dengan mencabut ijin operasional wahana permainan (Playtopia) tersebut agar tidak terus menjadi polemik di tengah masyarakat, karena Surabaya adalah kota yang heterogen, dan masyarakatnya selama ini hidup rukun tanpa memandang kasta dan SARA," tegasnya.

Baca juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Lambannya pihak pengelola memberikan klarifikasi dengan alasan manajemen terpusat, lanjut Toni, menunjukkan tidak ada iktikad baik dari pengelola untuk menyelesaikan polemik yang timbul secara cepat.

"Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola wahana publik untuk melatih seluruh karyawan agar kejadian perbedaan pelayanan diduga karena SARA tidak terulang dikemudian hari," harapnya.

Baca juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Selain kepada pemilik tenan, dalam hal ini Playtopia, Toni juga menekankan kepada pengelola mal Ciputra World Surabaya untuk memberikan aturan maupun sosialisasi agar kejadian ini tidak terulang.

"Kami berharap, pihak Ciputra World segara mengumpulkan seluruh tenan yang ada dan melakukan sosialisasi terkait insiden yang menimpa cucu Mensos Risma, agar tidak dialami oleh warga Surabaya lain yang mengunjungi area publik tersebut. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru