Ini Penjelasan Pakar Kimia ITS Soal Kemungkinan Meledaknya Tabung APAR

Reporter : Ade Resty
Jenis-jenis tabung APAR. Foto: Istimewa

selalu.id - Pakar Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menyebut, proses pengisian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bisa membahayakan atau terjadi ledakan jika tabung sudah tidak layak serta mengisi melebihi kapasitas.

Pakar Kimia atau Kepala Departemen Kimia ITS, Prof Fredy Kurniawan, mengatakan bahwa pada dasarnya isi APAR menggunakan bahan yang tidak mudah meledak.

Baca juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

"Kalau mudah meledak kan kebakarannya tambah parah," kata Fredy, saat dihubungi selalu.id, Rabu (27/7/2022).

Prof Fredy menjelaskan, saat pengisian APAR itu dengan gas inert atau campuran gas dengan kadar kandungan oksigen rendah masuk kedalam tabung untuk memberikan tekanan.

"Tabung tidak kuat. Maka terjadilah ledakan akibat tekanan yang melebihi kekuatan tabung penyimpanannya," jelasnya.

Menurutnya, pengisian APAR maksimal tekanan pada tabung pada umumnya 15-20 bar. Sehingga, harus dicek sebelum dilakukan pengisian kembali.

Baca juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

"Tabung yang di isi harus dicek sebelum direfiil apakah kondisinya masih baik,"tuturnya.

Lebih lanjut Prof Fredy menjelaskan, setiap tabung mempunyai pengisian tekanan maksimal. Ia menyebut, apabila tabung tersebut meledak ada dua kemungkinan, yakni pengisian yang berlebihan dan tabung yang sudah tidak layak.

"Kalau tabung baru dan pas diisi meledak, maka ada kemungkinan tekanan yang diberikan melebihi kemampuan tabung. Atau ada kemungkinan tabungnya cacat. Tidak sekuat yang seharusnya," jelasnya.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Atau memang tabung ini mengalami kerusakan karena pemakaian sehingga tidak sekuat seharusnya. Dalam kasus ini tabung sebelum diisi harus dipastikan dulu dalam kondisi baik,"pungkasnya.

Tercatat dua peristiwa APAR meledak di Surabaya yang menyebabkan satu orang tewas dan dua orang terluka.

Kejadian pertama pada pada Kamis (14/7/2022) yang terjadi di CV Mandiri Arta, Jalan Lebak Jaya Utara 3, Kelurahan Dukuh Setro. Peristiwa ini menewaskan satu orang pekerja. Kedua peristiwa pada Selasa (19/7/2022) di Kedidinding Lor yang mengakibatkan dua orang terluka. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru