Ganggu Lalu Lintas, Fashion Week Jalan Tunjungan Surabaya Pindah di Zebra Cross

Reporter : Ade Resty
Aksi peragaan busana dengan menyetop arus lalu lintas di Jalan Tunjungan

selalu.id - Aksi fashion on the street atau peragaan busana jalanan di Tunjungan Romansa Surabaya mulai berganti pola. Jika sebelumnya hanya menggunakan media trotoar sebagai catwalk, kini mereka sudah beralih menggunakan media zebra cross.

Mereka secara bergantian menghentikan arus lalu lintas dengan lampu Traffic light untuk pejalan kaki dan bergaya saat pengendara diharuskan berhenti karena lampu merah.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Salah satu warga yang mengikuti Fashion, Ras Candra Putri (26) mengaku dirinya bersama suami iseng membuat konten Fashion week tersebut.

"Karena kan buat konten, iseng-iseng juga sih, mau ngerasain gimana rasanya seperti jakarta fashion week sekarang (citayem fashion week) iya betul,"ujarnya.

Para pengendara terlihat kesal dengan aksi ini dan beberapakali membunyikan klakson. Namun Ras menyebut pemberhentian arus lalu lintas tersebut hanya sebentar.

"Lagian kan cuman sebentar aja, tapi ya gitu dilihatin sama orang banya jadinya gimana gitu rasanya. Tapi kan namanya juga lewatan jalan, jalanan umum jadi ya wajar saja,"jelasnya.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji sendiri sempat datang dan menyapa para pelaku fashion jalanan tersebut. Armuji justru ikut bergaya bersama warga penggiat fashion jalanan tersebut.

Armuji mengaku tidak mempermasalahkan adanya Tunjungan Fashion Week. Bahkan mendukung. Untuk perizinan juga disebut mengalir saja.

"Saya dukung. Boleh, karena Bonek disini. Kalau di Jakarta pakaian suwek-suwek (sobek-sobek) kurang kain," kata Armuji kepada wartawan di Jalan Tunjungan, Minggu (24/7/2022).

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Lebih lanjut Armuji menyampaikan untuk perizininan fashion tersebut mengalir saja. Menurutnya, hal ini berbeda, jika biasanya cat walk diadakan di cafe atau plaza.

"Gak papa lah, mendadak. Ini kan inisiatif yang mendadak, jadi nggak perlu terlalu administrasi," ujarnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru