selalu.id - Pakar Hubungan Internasional (HI) Universitas Airlangga (Unair), I Gede Wahyu Wicaksana menyebut kedatangan Presiden Joko Widodo ke Rusia dan Ukraina untuk kepentingan G20.
Gede mengatakan pertemuan Jokowi dengan Presiden Rusia dan Ukraina untuk membuka ruang dialog adalah usaha yang bagus. Namun, hal itu bisa dikatakan hanya sebatas menjalankan konstitusi.
Baca juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026
"Kalau sekadar hanya mengikuti perintah konstitusi untuk menciptakan perdamaian dunia ya ikutin itu saja boleh lah, tapi kalau berharap akan ada hasil sebaiknya jangan, nanti mengecewakan," ujar Wahyu, Kamis (30/6/2022).
Wahyu menyampaikan konflik Rusia dan Ukraina adalah permasalahan historis yang melibatkan identitas. Kapasitas Indonesia untuk mendamaikan konflik antara Rusia dan Ukraina sangat kecil.
Baca juga: Sering Overthinking Jelang UTBK? Dekan Fakultas Psikologi Unair Bagikan Cara Ampuh Mengatasinya
Hal itu karena selama ini Indonesia belum menjadi pemain besar di kawasan Eropa Timur ditambah dengan konflik internal di kawasan Asia Tenggara juga belum berhasil ditangani oleh Indonesia.
"Konflik perbatasan Indonesia dengan Malaysia sampai sekarang belum diselesaikan, kok jauh-jauh. Terkadang kita tidak realistis menjalankan diplomasi," ucapnya
Kata Gede, tujuan utama Jokowi mengunjungi Presiden Ukraina, Zelensky, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebenarnya adalah untuk mendinginkan suasana sebelum acara pertemuan puncak (KTT) G20 di Bali.
Baca juga: Unair Umumkan Kandidat Penerima Golden Ticket 2026, Berikut Jumlah Siswa yang Lolos
Hal itu penting karena di acara KTT G20 turut hadir Presiden Ukraina dan Presiden Rusia, tentu Jokowi tidak ingin adanya pertengkaran di forum resmi tersebut.
"Kepentingan Indonesia sebenarnya penyelenggaraan G20 summit supaya agak cooling down," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi