Harga Hewan Kurban di Surabaya Diprediksi Naik 50 Persen, Ini Penyebabnya

Reporter : Ade Resty
Pengecekan kesehatan hewan ternak

selalu.id - Harga hewan ternak khususnya untuk kurban mulai merangkak naik menjelang Idul Adha 2022. Selain karena tingginya permintaan, juga karena menyebarnya virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pantauan selalu.id di lapangan, saat mengunjungi salah satu pedagang hewan kurban kawasan Rangkah, Kecamatan Tambak Sari, Oni mengaku harga sapi yang dijual meningkat dari biasanya.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Biasanya kisaran Rp 15 juta kini menjadi Rp20 Juta. Naik, karena ini kan mau Idul Kurban, setiap Idul Kurban memang seperti itu," ujar Oni, Rabu (8/6/2022).

Oni berasumsi naiknya harga hewan kurban disebabkan adanya virus PMK. Sehingga, pedagang hewan kurban harus benar-benar memastikan yang mereka jual dalam keadaan sehat.

"Kalau sejauh ini, kita belanjanya dari sapi yang sehat, jadi tidak kena PMK," sebutnya.

Untuk sosialisasi terkait PMK, Oni mengaku, belum mendapatkan pemberitahuan dari Dinas terkait yakni DKPP Kota Surabaya. Apalagi soal pemberian vaksin maupun suplemen untuk membantu mencegah PMK.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Biasanya nanti dari dinas akan ke sini untuk ngecek," ujarnya.

Hal yang senada juga dirasakan pedagang hewan kurban lainnya di di Kecamatan Pakal Surabaya, Suyitno memprediksi, harga hewan ternak diprediksi akan meningkat hingga 50 persen.

"Harga ternak di Surabaya mungkin meningkat harganya, peningkatannya bisa sampai 50 persen," ujar Suyatno.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Ia pun berencana untuk menahan kulakan hewan ternak. Hal tersebut tak lepas dari kekhawatiran soal penyebaran PMK.

"Secara otomatis nahan, gak berani (kulukan sapi)," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru