Penjual Hewan Kurban Dilarang Berdagang Sembarangan di Surabaya, Ini Aturannya

Reporter : Ade Resty
Peternakan sapi

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang pedagang hewan kurban berjualan di sembarang tempat. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, pelarangan tersebut dilakukan upaya untuk mencegah penularan virus PMK saat Idul Adha.

"Prinsip bahwa kita harus memutus perkembangbiakan virus dengan mengurangi penyebarannya dengan membatasi lalu lintas hewan ternak," kata Antiek, Jumat (3/5/2022).

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Antiek menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kelurahan dan Kecamatan di seluruh Surabaya, untuk tidak sembarangan memberikan izin terhadap pedagag hewan kurban di wilayahnya.

Kata dia, kelurahan dan kecamatan boleh memberi izin. Namun, hewan kurban harus disertai dengan surat keterangan sehat dan lahan. Hal itu dilakukan agar berjualan tetap bersih dan steril.

"Area-area yang dipakai untuk dibuat jualan supaya tidak menularkan atau semakin mengembangbiakkan virus itu," jelasnya.

Lebih lanjut Antiek pun tidak menyarankan pedagang hewan kurban berjualan di pinggir-pinggir jalan. Sebab, hewan kurban yang dijual di Kota Surabaya harus memiliki tempat yang jelas.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Tempat itu sudah mendapat izin dari kelurahan dan kecamatan setempat, dan lahan itu cukup dijaga kebersihannya dan kesejahteraan ternaknya," ucapnya.

Untuk memastikan hewan kurban yang dijual sehat, Antiek menyampaikan bahwa akan menerjunkan tim di lapangan.

Kemudian, apabila hewan dirasa cukup sehat, maka pihaknya akan mengeluarkan Surat Keterangan Sehat.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Itu supaya masyarakat juga yakin dan tenang ketika mereka membeli hewan ternaknya sudah ada surat sehatnya," tuturnya.

Ia menambahkan, sejauh ini persediaan hewan kurban di Jawa Timur cukup tersedia. Begitu juga dengan persediaan di Surabaya.

"Idul Adha ketersediaan hewan qurban di Jawa Timur kata ibu Gubernur cukup tersedia, tapi tadi bahwa kondisinya harus sehat," pungkasnya. (Ade/SL2)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru