Ini Penyebab Naiknya Harga Telur dan Daging Ayam di Surabaya

Reporter : Ade Resty
Salah satu pedagang di Pasar Tambah Rejo Surabaya

selalu.id - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya menyebut kenaikan harga telur dan daging ayam, disebabkan karena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak.

Kabid Distribusi Perdagangan Dinkopdag Surabaya, Devie Afrianto, mengatakan akibat wabah PMK, banyak warga yang beralih membeli telur maupun daging ayam.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Ini imbas dari PMK, jadi pola pembelian berbeda, banyak beralih ke telur. PMK kaitannya ke produk turunan, harusnya nggak pada tempatnya," kata Devie, saat dihubungi selalu.id, Jumat (3/6/2022).

Menurutnya, walaupun harga telur ayam naik. Namun untuk pasokan telur tesebut terpantau lancar. Pihaknya pun memantau dalam 2 minggu terakhir pasokan atau konsumen berjalan normal.

"Semua beli, itu konsekuensi tapi ndak sampai panic buying, dan beli di luar siklus belanja normal mereka," ujar Devie.

Untuk harga daging ayam, kata Devie, pihaknya telah menyampaikan kepada penyedia ayam maupun telor untuk kesepakatan nantinya.

Selain itu, rencananya untuk minggu depan, Dinkopdag Surabaya akan mengadakan operasi pasar terutama telur dan daging ayam.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Operasi pasar koordinasi ke produsen dan penyedia. Target Minggu depan, mereka minta surat resmi jadi Minggu depan,"jelasnya.

Lebih lanjut Devie menjelaskan, untuk kenaikan harga cabe dan bawang, pihaknya telah berokordinasi dengan Dinas Pertanian. Untuk menyiapkan skema operasi pasar.

"Bedanya kalo cabe itu kan, untuk skema operasi pasar langsung ke warga, itu transaksi ndak banyak. 1 kg untuk satu orang,"tuturnya.

Ditanya upaya untuk mestabilkan harga, Devie menerangkan, akan menggelar operasi pasar.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Ia menambahkan, upaya tersebut untuk harga fluktuasi, agar masyarakat tetap bisa membeli bahan pokok tersebut.

"Kalau impor Dewe (sendiri) ya gamungkin. Paling bisa dieksekusi langsung ya operasi pasar," terangnya.

Pantauan selalu.id, di pasar Tambah Rejo Surabaya. Sejumlah bahan pokok naik yakni harga telor ayam dari Rp 28 ribu jadi Rp 29 ribu. Untuk daging ayam Rp 30 ribu, naik jadi Rp 34-35 Ribu.

Sedangkan, cabai rawit sebelumnya Rp 40 ribu perkilo, naik menjadi Rp 90 ribu perkilo. Untuk bawang putih Rp 20 ribu naik menjadi Rp 35 ribu perkilo. Bawang merah naik menjadi Rp 32 ribu. (Ade/SL2)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru