selalu.id - Sebuah alat berat jenis derek jangkung (crane) mendadak ambruk dan menghantam fasilitas publik hingga memicu kepanikan warga serta pengguna jalan.
Insiden ini terjadi di Jalan HR Muhammad Surabaya sekitar pukul 15.30 WIB, Jumat (18/9/2026). Tak hanya menghentikan arus lalu lintas, robohnya besi raksasa tersebut juga menyenggol jaringan listrik hingga membuat pemukiman dan perkantoran sekitar mendadak gelap gulita.
Baca juga: Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC
Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Sisilia Hankin, menceritakan detik-detik mencekam saat crane tersebut mendadak tumbang.
Suasana kantornya yang semula tenang langsung berubah saat aliran listrik mendadak mati total.
"Tadi tiba-tiba kantor saya mati lampu. Setelah nyalakan genset, dapat informasi dari teman kalau kabel di atas sempat putus. Pas dicek ke sekuriti, ternyata ada crane jatuh," ujar Sisilia kepada selalu.id.
Dampak robohnya crane ini benar-benar membuat jalur protokoler Surabaya Barat tersebut sempat lumpuh.
Batang besi raksasa menutup hampir separuh badan jalan, menyisakan ruang sempit yang memaksa kendaraan melintas merayap bergantian.
Baca juga: Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan
"Macet parah tadi, cuma bisa dilewati satu mobil bergantian," kata perempuan 29 tahun tersebut.
Diduga kuat, alat berat tersebut sedang difungsikan untuk pengerjaan proyek pemasangan paku bumi penahan jalan.
Petaka bermula saat pijakan atau fondasi alat berat tersebut tidak mampu menahan beban hingga akhirnya amblas.
Baca juga: Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur
"Katanya sih tadi ambrol. Alatnya kemudian roboh dan langsung menimpa tiang listrik," jelasnya.
Beruntung, meski material besi berukuran raksasa itu ambruk ke jalan raya, tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimpa dalam insiden ini.
Namun, peristiwa ini menjadi tamparan keras terkait prosedur keselamatan kerja (K3) proyek di tengah kota yang dinilai lalai dan membahayakan keselamatan warga.
Editor : Zein Muhammad