Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Reporter : Ade Resty
Ilustrasi Pemilihan Legislatif (Pileg) di Surabaya. (Dok. Google Gemini).

selalu.id - Jumlah penduduk Kota Surabaya menembus angka 3 juta jiwa berdasarkan data pembaruan terkini.

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Baca juga: Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mengungkapkan, data kependudukan terbaru mencatatkan jumlah warga Kota Pahlawan berada di angka 3.008.000 jiwa.

Kendati demikian, angka ini masih perlu divalidasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya.

"Agenda terdekat kami akan memanggil Dispendukcapil. Update jumlah penduduk saat ini 3.008.000 jiwa," kata politisi Gerindra tersebut, Rabu (16/9/2026).

Yona menekankan pentingnya validasi data kependudukan ini. Pasalnya, pada Februari lalu sempat tercatat penurunan jumlah warga akibat proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang sedang berjalan.

Menurutnya, angka 3 juta jiwa harus ditopang data riil di lapangan, bukan sekadar administrasi. Verifikasi faktual seperti penghapusan atau pemblokiran data warga yang pindah tempat tinggal bakal memengaruhi angka final.

"Potensi selisih data tidak boleh lebih dari dua persen. Ini yang kami kawal, supaya basis minimal tiga juta penduduk itu benar-benar kuat kita pegang," tegas dia.

Baca juga: Tagihan Retribusi Sampah Perumahan Elit Surabaya Capai Puluhan Juta, Ini Penjelasan DLH

Guna memastikan validitas data, Komisi A telah berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dispendukcapil.

Jika data kependudukan sudah terkunci stabil di angka 3 juta, Komisi A bakal mendorong pembentukan desk bersama yang melibatkan Dispendukcapil, DPRD, KPU, dan Bawaslu.

"Kalau sudah pasti tiga juta, minggu depan kami hadirkan di ruangan. Kami siapkan desk bersama agar peluang penambahan lima kursi yang diinginkan seluruh partai politik di Surabaya punya basis argumen kuat," jelas Yona.

Meski peluang terbuka lebar, pihaknya menegaskan bahwa penambahan kursi belum menjadi keputusan final. Penambahan alokasi legislatif berimplikasi langsung pada pemenuhan anggaran, ruang kerja, hingga fasilitas pendukung anggota dewan.

Baca juga: Temuan Jeruk MBG Berbelatung di SDN Tandes Kidul 1 Surabaya, Dewan Minta Usut Tuntas

Selain itu, Komisi A juga membuka opsi penyesuaian Daerah Pemilihan (Dapil) agar keterwakilan caleg lebih presisi dengan wilayah kedaerahannya.

"Saya lebih setuju bahasanya penyesuaian dapil, bukan pemekaran. Misalnya Dapil 5 Surabaya yang saat ini menampung sembilan kecamatan, itu perlu ditata ulang agar berbasis kedekatan geografis dan keterikatan wilayah," papar Yona.

DPRD Surabaya menargetkan desk pengawalan data kependudukan ini dapat efektif beroperasi mulai medio 2027.

Langkah ini diambil sesuai arahan KPU RI agar pembaruan data dapat terpantau berkala tiap enam bulan ke Dirjen Dukcapil tanpa harus mengulang proses dari awal mendekati pemilu.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru