Revitalisasi Pasar Keputran Surabaya Kini Sudah 60 Persen, Pemotongan Unggas Dipindah ke RPU

Reporter : Ade Resty
Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id -  Revitalisasi Pasar Keputran Selatan memasuki tahap baru. Pembangunan pasar yang berada di Jalan Dinoyo Nomor 3, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, itu telah mencapai lebih dari 60 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026.

Tak hanya membangun gedung baru, proyek tersebut juga akan mengubah sistem perdagangan unggas di kawasan Keputran. 

Baca juga: Gagal Cari Cuan Pascabebas, Pengedar Sabu di Surabaya Kembali Masuk Bui

Aktivitas penyembelihan yang selama ini berlangsung di dalam pasar nantinya dipindahkan ke Rumah Pemotongan Unggas (RPU) yang dibangun di sisi selatan kawasan.

Direktur Utama PT Pasar Surya, Agus Priyo, mengatakan progres pembangunan sejauh ini berjalan sesuai jadwal. 

Setelah pekerjaan konstruksi selesai, tahapan berikutnya adalah penataan pedagang yang saat ini masih menempati tempat penampungan sementara (TPS).

“Progres pembangunan Pasar Keputran Selatan sudah lebih dari 60 persen. Setelah ini kami segera melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar proses penataan bisa berjalan lebih cepat,” kata Agus.

Pantauan di lokasi menunjukkan rangka baja bangunan hampir seluruhnya terpasang. Pekerjaan juga telah memasuki tahap pengecoran lantai dua, sementara deretan kios permanen mulai terlihat di lantai dasar.

Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek, revitalisasi Pasar Keputran Selatan menelan anggaran sebesar Rp7,7 miliar. Pengerjaannya dilakukan selama 180 hari kalender sejak 1 April 2026.

Baca juga: Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Agus memastikan target penyelesaian proyek tidak berubah.

“Insya Allah selesai pada akhir Oktober. Kalau pun ada penyesuaian, paling lambat awal November,” jelasnya.

Setelah pembangunan rampung, PT Pasar Surya akan memprioritaskan pedagang lama untuk kembali menempati stan mereka. Seluruh proses penempatan akan dilakukan melalui pendataan dan sosialisasi.

Di lantai satu, tersedia lebih dari 300 stan permanen yang diperuntukkan bagi pedagang lama. Sementara itu, lantai dua disiapkan untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) ber-KTP Surabaya.

Baca juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

“Jumlah stannya sekitar 320 unit. Semuanya sudah kami tata sesuai zonasi yang ditetapkan,” tegas Agus.

Selain itu, kawasan pasar juga akan dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk mendukung aktivitas perdagangan, khususnya di sektor unggas.

Keberadaan RPU dan IPAL diharapkan mampu mengatasi persoalan lama yang selama ini melekat pada Pasar Keputran Selatan, seperti aroma tidak sedap, persoalan sanitasi, hingga bercampurnya aktivitas penyembelihan unggas dengan kegiatan jual beli.

“Nanti pasar akan jauh lebih tertata. Area unggas, area basah, dan area kering dipisahkan sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman,” pungkas Agus.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru