selalu.id - Komunitas Srikandi Santri Milenial dan Santri Milenial Kabupaten Jember resmi dikukuhkan dalam sebuah kegiatan di salah satu hotel di Jember, Minggu (2/8/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda santri, khususnya perempuan, untuk memperkuat peran sosial sekaligus ikut mendorong pembangunan daerah.
Baca juga: Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi
Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi terbentuknya komunitas tersebut. Ia berpesan agar para santri tetap bangga dengan identitasnya serta membawa nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ojo lali moco sholawat,” pesan Gus Fawait yang disambut antusias peserta.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga memaparkan sejumlah program pemerintah daerah, termasuk pelayanan kesehatan dan persalinan gratis bagi masyarakat ber-KTP Jember sesuai ketentuan program. Pemkab Jember juga terus memperluas layanan Homecare untuk mendekatkan tenaga kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Sementara itu, Gus Khodzin menegaskan bahwa Srikandi Santri Milenial tidak dibentuk sebagai kendaraan politik praktis. Organisasi tersebut diarahkan menjadi wadah sosial dan pengabdian masyarakat.
Baca juga: Gus Fawait Tegaskan Dana Talangan Rp786,57 Miliar Bukan karena Kas Jember Minus
“Ini bukan untuk mencari suara pemilu atau pilkada. Ini adalah tanggung jawab moral kita untuk ikut mengawal program pemerintah agar benar-benar sampai kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia meminta para anggota peka terhadap persoalan di lingkungan sekitar, seperti rumah tidak layak huni, anak putus sekolah, fasilitas pendidikan, hingga infrastruktur.
Menurutnya, persoalan yang ditemukan harus didata, disampaikan kepada pihak terkait, kemudian dikawal hingga mendapatkan solusi.
Baca juga: Sambut Danbrigif Baru, Bupati Fawait Ajak TNI-Polri Saling Merangkul Bangun Jember
Gus Khodzin juga mendorong kolaborasi lintas kelompok dan lembaga untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat Jember. Ia menyebut keterbatasan APBD dapat diatasi dengan memperkuat komunikasi bersama pemerintah pusat dan kementerian.
Selain itu, ia menyampaikan adanya upaya memfasilitasi pendataan sertifikat tanah bagi masyarakat miskin serta peluang dukungan investasi pemerintah pusat yang diproyeksikan mencapai Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.
Investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan PAD, menggerakkan perekonomian, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Jember.( ADV)
Editor : Redaksi