Dari Beasiswa Rp59 Miliar hingga Sekolah Rakyat, Langkah Pemkab Jember Dongkrak Kualitas Pendidikan

Reporter : Ahmad Nurul Wijaya
Bupati Jember Muhammad Fawait saat menghadiri kegiatan Pro Gus'e di halaman SMPN 1 Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis. 

Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Jember mengalokasikan anggaran sebesar Rp59 miliar untuk program beasiswa bagi sekitar 4.200 mahasiswa, sekaligus menegaskan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) harus berlangsung secara bersih, transparan, dan bebas praktik titip-menitip.

Baca juga: Langkah Sigap Pemkab Jember Tangani 29 Siswa Keracunan Program MBG di Bangsalsari

Hal itu disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat memberikan arahan dalam kegiatan Pro Gus'e Update yang dirangkaikan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Jember, Jumat (17/7/2026).

Gus Fawait, sapaan akrab Bupati, mengatakan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. 

Menurutnya, program beasiswa merupakan bentuk investasi pemerintah dalam mencetak generasi muda Jember yang berdaya saing.

"Kami menyiapkan anggaran Rp59 miliar untuk beasiswa bagi sekitar 4.200 mahasiswa. Harapannya, semakin banyak anak-anak Jember yang memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia," katanya.

Gus Fawait menjelaskan, mahasiswa yang telah menjadi penerima beasiswa pada tahun 2025 tidak perlu mengikuti proses seleksi ulang. 

Mereka cukup melakukan pendaftaran kembali dengan melampirkan surat keterangan aktif kuliah dari perguruan tinggi masing-masing.

"Prosesnya kami permudah. Penerima beasiswa sebelumnya cukup melakukan daftar ulang dan menunjukkan bukti masih aktif sebagai mahasiswa," jelasnya.

Selain bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), Pemkab Jember juga menyiapkan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, kalangan santri, serta penyandang disabilitas sebagai bentuk afirmasi pemerintah terhadap kelompok yang membutuhkan dukungan lebih.

Baca juga: Pemkab Jember Masifkan Progam Bunga Desaku Mini dalam Permudah Layanan ke Masyarakat

Tak hanya itu, Pemkab Jember saat ini juga tengah memperluas kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri untuk membuka program beasiswa internasional. 

Tahap awal, kerja sama akan diarahkan ke perguruan tinggi di Timur Tengah, termasuk Universitas Al-Azhar, serta sejumlah kampus di Tiongkok.

"Ke depan kami ingin semakin banyak putra-putri Jember yang memiliki kesempatan menempuh pendidikan hingga ke luar negeri," tegas Gus Fawait.

Ia juga memberikan penegasan kepada Dinas Pendidikan, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta seluruh kepala sekolah agar pelaksanaan PPDB berlangsung sesuai aturan dan bebas dari segala bentuk praktik titip-menitip maupun pungutan di luar ketentuan.

Gus Fawait menekankan bahwa sekolah negeri harus memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh masyarakat tanpa membebani orang tua siswa dengan biaya yang tidak semestinya.

Baca juga: Momen Puskesmas Mumbulsari Jember Layani Lansia Pascastroke Lewat Home Care Gratis

"PPDB harus bersih, transparan, dan tidak boleh ada lagi praktik titip-menitip ataupun pungutan di luar aturan. Semua anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan," ujarnya.

Gus Fawait juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas hadirnya Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Jember. 

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, khususnya kelompok Desil 1 dan Desil 2.

Sekolah Rakyat yang dibangun dengan fasilitas modern diharapkan mampu menjadi sarana bagi lahirnya generasi unggul sekaligus menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Kegiatan Pro Gus'e Update dan MPLS tersebut dihadiri perwakilan Staf Khusus Wakil Presiden RI, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, unsur Muspika, perwakilan Jember Fashion Carnaval (JFC), kepala sekolah, guru, serta ratusan siswa SMP Negeri 1 Jember.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru