Ini Alasan Jawa Timur Jadi Incaran Safari Elit Politik

Reporter : Ade Resty
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam

selalu id - pengamat politik menyebut Jawa Timur adalah barometer politik nasional. Terbukti beberapa tokoh nasional dan elit partai politik memusatkan safari politiknya di bagian timur pulau Jawa ini

Tercatat, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendatangi Jawa Timur

Baca juga: Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam menilai, kedatangan mereka, menjadi indikator Jawa Timur masih menjadi barometer politik nasional.

Surokim mengatakan bahwa tipikal pemilih di Jawa Timur juga cenderung heterogen, jika dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Jawa.

"Artinya, selalu bisa menggambarkan perolehan angka nasional diluar PKB. Itu sudah saya buktikan dari tahun ke tahun," kata Surokim, Kamis (30/3/2022)

Tak hanya itu, Surokim menyampaikan bahwa Jawa Timur juga menjadi sentral nasional dari banyaknya tokoh-tokoh agama maupun ormas.

Sekalipun kontribusi angka secara kuantitas pemilih masih di bawah Jawa Barat, namun, hal itu tak jadi persoalan, Jawa Timur tetap jadi primadona bagi para elit politik nasional.

Baca juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

"Jawa timur sekitar 16 persen, Jawa barat sekitar 18 sampai 20 persenan, Jawa tengah di bawah Jawa Timur," terangnya.

Lebih lanjut Surokhim mencontohkan, basis organisasi Islam terbesar di Indonesia berpusat di Jawa Timur. Pun demikian dengan hadirnya tokoh-tokoh yang selalu menjadi jujukan masyarakat.

Oleh karena itu, sebuah kewajaran jika Jawa Timur menjadi episentrum perpolitikan tanah air.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Kalau saya lihat dari kuantitasnya bisa dilihat 1/4, namun politik kan tidak hitung-hitungan kuantitatif seperti itu,"tuturnya.

Ia menambahkan, berdasarkan relasi kultural, tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan maupun agama yang berasal dari Jawa Timur termasuk banyak.

"Mereka menjadi tokoh penting yang selama ini menjadi rujukan," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru