selalu.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mengakui tidak menerima pemberitahuan terkait pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Surabaya dalam beberapa hari terakhir.
Akibatnya, sejumlah lampu lalulintas (traffic light) padam dan sempat memicu kemacetan di beberapa persimpangan.
Baca juga: Fakta Baru Pencurian Kursi Besi Pemkot Surabaya, Ternyata Libatkan Perempuan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Trio Wahyu Bowo membenarkan bahwa pihaknya tidak memperoleh informasi lebih awal mengenai pemadaman listrik tersebut.
“Kalau pemadaman listrik, memang tidak ada pemberitahuan,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan menilai gangguan lalu lintas yang terjadi bukan semata akibat pemadaman listrik, melainkan juga lemahnya koordinasi antara PT PLN dan Dishub Surabaya.
Menurutnya, tanpa informasi lebih awal, Dishub tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan langkah antisipasi seperti pengoperasian genset maupun penempatan personel pengatur lalu lintas di titik-titik rawan.
Baca juga: Jejak Gelap "Ambulans Pemetik Kursi Taman" di Sudut Surabaya
“PLN tidak koordinasi dengan Dinas Perhubungan, sehingga Dishub tidak punya cukup waktu menyiapkan genset maupun personel pengatur lalu lintas. Akibatnya sempat terjadi kemacetan. Kalau tidak salah ada sekitar 12 lampu merah yang mati,” kata Eri.
Padamnya traffic light membuat arus kendaraan di sejumlah persimpangan terganggu. Pengendara terpaksa melintas tanpa panduan lampu lalulintas, bahkan banyak yang saling menerobos di perempatan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain persoalan koordinasi, Eri juga menyoroti fungsi panel surya atau solar cell yang terpasang pada sejumlah traffic light di Surabaya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031, Berikut Syaratnya
Fasilitas tersebut seharusnya dapat menjadi sumber daya cadangan ketika pasokan listrik utama terhenti.
Namun, menurut Eri, terdapat sejumlah kendala teknis yang membuat sistem tersebut belum bekerja optimal saat terjadi pemadaman.
Editor : Zain Ahmad