selalu.id - Tahun ajaran 2026/2027 baru saja dimulai, namun permintaan sepatu safety melonjak hingga seratus persen.
Hal itu dirasakan Pahrur Rozi Nasution, pengrajin sepatu safety di Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Baca juga: Detik-detik Menegangkan Evakuasi Balita 3 Tahun Terkunci dalam Mobil di Mojokerto
Kebanyakan dari pelanggan sepatu berbahan kulit sapi tersebut merupakan para siswa sekolah menengah kejuruan atau SMK.
Pahrur Rozi mengatakan sejak dua bulan terakhir, jumlah sepatu safety yang diproduksi meningkat seratus persen jika dibandingkan hari biasa.
"Kalau di kami sepatu sekolah terbuat dari kulit sapi dan kami full kulit untuk produksinya. Permintaan sudah bagus untuk kalangan sekolah. Selama ini ada beberapa sekolah langganan dan ambil ke kami, makanya dari jauh hari menyediakan stok untuk jelang ajaran baru ini supaya sekolah tidak menunggu lama," ungkapnya, Jumat (19/6/2026).
Baca juga: Bikin Onar di Jalan, Puluhan Remaja di Mojokerto Diamankan
Rozi menambahkan, dalam produksi dibantu belasan karyawan. Setiap hari sebanyak seratus dua puluh sepatu safety diproduksi. Pemesanan secara kolektif melalui pihak sekolah untuk dipakai beraktivitas di sekolah.
"Kalau peningkatan setiap ajaran baru itu bisa meningkat seratus persen dari hari biasanya," katanya.
Untuk harga sepatu berbahan kulit sapi ini pun cukup terjangkau, di kisaran Rp100.000 per pasang. Pihak sekolah juga memesan hingga 600 pasang.
Baca juga: Isak Tangis Pecah saat Penyambutan Kepulangan 222 Jemaah Haji Mojokerto
"Permintaan dari sekolah Jawa Tengah, Semarang, Kalimantan dan ada juga dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini kan memakai kulit sapi asli, jadi kualitas bagus. Kalau untuk cewek Rp1.600.000 per kodi," sebut Rozi.
Tak hanya siswa SMK, sepatu safety hasil produksi dari industri rumahan milik Pahrur Rozi Nasution yang dipasarkan melalui platform media sosial ini juga banyak dipesan para pekerja proyek hingga pertambangan.
Editor : Zein Muhammad