selalu.id - Tangis keluarga Thomas Julius Kristianto pecah saat menerima kunjungan Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, di rumah duka kawasan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes.
Di tengah suasana duka, keluarga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan pengeroyokan yang merenggut nyawa remaja 18 tahun yang merupakan alumni SMAN 11 Surabaya tersebut.
Baca juga: DPRD Surabaya Minta Polisi Hukum Tegas Para Siswa SMAN 11 yang Keroyok Remaja hingga Tewas
Dengan suara bergetar, tante korban mengaku masih tidak percaya Thomas harus meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan sekelompok siswa dari SMA, tempat Thomas pernah menempuh pendidikan.
“Saya minta keadilan untuk Thomas. Saya mohon kasus ini diusut sampai tuntas. Anak yang saya asuh dari kecil harus pergi dengan keadaan seperti ini,” ungkapnya sambil menahan tangis, Selasa (9/6/2026).
Keluarga menceritakan, sebelum kejadian Thomas berpamitan keluar rumah pada Sabtu malam (30/5/2026), untuk membeli paket data internet dan mencari makan.
Namun tak lama kemudian, keluarga mendapat kabar bahwa Thomas ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit.
Thomas sempat menjalani perawatan intensif sebelum dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dideritanya.
“Dokter menyampaikan ada pembengkakan otak akibat benturan benda tumpul. Operasi yang dilakukan tidak berhasil menyelamatkan kondisinya,” katanya.
Menurut keluarga, Thomas dikenal sebagai sosok pendiam dan tidak pernah terlibat masalah.
Baca juga: Dipanggil DPRD, Begini Alasan Klasik Gion Spa yang Pekerjakan Anak di Bawah Umur
Ia juga merupakan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau kuliah.
“Dia anak baik. Kami tidak pernah mendengar dia punya musuh. Cita-citanya ingin kuliah, tetapi sekarang semuanya sudah tidak ada,” ujar anggota keluarga lainnya.
Mendengar langsung kesaksian keluarga korban, Anas Karno menyampaikan belasungkawa dan meminta aparat kepolisian mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Ia menilai keluarga berhak mendapatkan kepastian hukum dan rasa keadilan.
“Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa. Ada seorang anak muda yang memiliki masa depan dan cita-cita yang harus terhenti secara tragis. Negara harus hadir memberikan keadilan bagi keluarga korban,” tegasnya.
Baca juga: Mahasiswa di Surabaya Dikeroyok Kelompok Pesilat Mabuk: HP Raib, Kini Masuk Rumah Sakit
Anas juga menyoroti maraknya kasus kriminal yang menyebabkan korban jiwa di Surabaya dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat keamanan masyarakat.
Ia mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Surabaya yang telah mengamankan empat tersangka berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU dalam kasus tersebut.
“Tindakan cepat kepolisian setidaknya memberikan ketenangan bagi keluarga yang sedang menuntut keadilan,” ujarnya.
Saat ini, penyidik Polrestabes Surabaya masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Thomas.
Editor : Zein Muhammad