selalu.id - Pemerintah Kabupaten Jember terus perkuat pembangunan sektor pertanian. Melalui program Pro Gus'e Update, Bupati Jember, Muhamad Fawait kembali memaparkan capaian dan program pembangunan kepada masyarakat secara terbuka di halaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, Sabtu (6/6/2026).
Dalam forum yang dihadiri petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta berbagai elemen masyarakat tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa Pro Gus'e Update merupakan bentuk akuntabilitas pemerintah daerah kepada publik.
Baca juga: Momen Bupati Fawait Resmikan Rute Penerbangan Jember–Surabaya di Hari Lahir Pancasila
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui setiap program yang dijalankan pemerintah, termasuk anggaran dan manfaat yang dihasilkan. Karena itu, keterbukaan informasi menjadi salah satu prinsip utama dalam tata kelola pemerintahan yang saat ini dijalankan.
"Kami ingin masyarakat mengetahui apa yang sedang dan telah dikerjakan pemerintah. Dengan keterbukaan ini, masyarakat bisa ikut mengawasi sekaligus memastikan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat," ujar Gus Fawait.
Ia menjelaskan, berbagai program bantuan yang disalurkan kepada petani perlu diketahui publik agar pemanfaatannya maksimal dan tepat sasaran. Melalui keterbukaan tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi bantuan yang tidak dimanfaatkan secara optimal.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga menyoroti pentingnya sektor pertanian sebagai penyangga ekonomi di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional telah memberikan dampak positif bagi Indonesia.
"Di saat banyak negara menghadapi tekanan ekonomi, Indonesia relatif lebih kuat karena sektor pangan menjadi perhatian serius pemerintah. Swasembada beras dan sejumlah komoditas strategis menjadi modal penting menjaga stabilitas ekonomi masyarakat," katanya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sektor pertanian, Gus Fawait mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 hingga 2026, total bantuan dan program pertanian yang masuk ke Kabupaten Jember dari pemerintah pusat dan daerah mencapai sekitar Rp312 miliar.
Baca juga: Pemkab Jember Sabet WTP, Gus Fawait Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah
Angka tersebut mencakup berbagai program mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian, pembangunan infrastruktur pertanian, penguatan irigasi, hingga program peningkatan produktivitas lahan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
"Semua data terbuka dan bisa dilihat bersama. Dukungan terhadap sektor pertanian sangat besar. Ini menunjukkan bahwa petani menjadi prioritas pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah," tegasnya.
Salah satu program strategis yang terus didorong adalah optimalisasi lahan pertanian. Program ini difokuskan pada peningkatan intensitas tanam dan produktivitas lahan tanpa harus membuka kawasan pertanian baru.
Pada tahun 2026, Pemkab Jember bersama pemerintah pusat menargetkan optimalisasi lahan seluas 7.070 hektare. Jika digabungkan dengan program yang telah berjalan pada tahun sebelumnya, total lahan yang dioptimalkan mencapai hampir 12 ribu hektare.
Baca juga: 777 Pejabat Pendidikan di Jember Dilantik, Begini Pesan Tegas Gus Fawait
Menurut Gus Fawait, program tersebut telah membawa perubahan signifikan bagi petani. Lahan yang sebelumnya hanya menghasilkan satu kali panen dalam setahun kini mampu ditingkatkan menjadi dua kali panen, bahkan pada sejumlah wilayah dapat mencapai tiga kali panen dalam setahun.
"Tujuan akhirnya adalah meningkatkan produksi pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Ketahanan pangan yang kuat harus berbanding lurus dengan kesejahteraan petani," tandasnya.
Melalui Pro Gus'e Update, Pemerintah Kabupaten Jember berharap partisipasi masyarakat dalam mengawal pembangunan semakin meningkat sehingga seluruh program yang dijalankan dapat berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Editor : Redaksi