Sempat Dikejar Petugas, "Ulah" Dua Remaja Asal Tuban ini Gegerkan Check Poin PSBB Gresik

Reporter : Ade Resty

Gresik (Selalu.id) - Terjadi aksi pengejaran oleh petugas check poin Tol Kebomas,Gresik terhadap dua pemuda bersepeda motor yang nekat hendak masuk Tol, Senin (4/5/2020). Tak hanya melanggar lalu lintas, pemuda itu juga melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dua pemuda asal Tuban tersebut mengaku hendak ke Surabaya untuk jalan-jalan, namun keduanya hendak masuk ke jalan tol dengan mengendarai motor. Petugas berniatengjentikan, namun keduanya berbalik arah dan tancap gas. Aksi kejar-kejaran pun terjadi (Rt).

Baca juga: Ngaku Wartawan, Empat Curanmor Bersenjata Dibekuk di Gresik, Dua Ditembak Saat Melawan

Petugas sempat dibuat marah dengan tingkah dua remaja yang diketahui tidak membawa SIM dan KTP. Kedua remaja ini mengaku hendak menuju Surabaya, tepatnya di Pantai Kenjeran.

"Katanya mau jalan-jalan ke pantai. Dari Tuban ke Surabaya gak bawa surat-surat. Yang satu 19 tahun, temannya masih di bawah umur," ungkap Camat Gresik Kota, Purnomo, yang ada di lokasi pos Check Point.

Kedua remaja ini, Setiawan (16) dan Muntaha (19), langsung dicek suhu tubuhnya oleh tim kesehatan. Karena suhunya lebih dari 37 derajat selsius, keduanya diminta istirahat dan cuci tangan.

Baca juga: PT Smelting Dukung UKW PWI Gresik, Bupati Tekankan Tanggung Jawab Media

Muntaha dan Setiawan, mengaku tidak tahu jika di Gresik dan Surabaya masuk zona merah dan diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mereka mengaku kesasar masuk tol.

"Saya ndak tahu karena belum pernah ke Surabaya. Ini tadi ndak bawa Google Map, jadi kesasar sampai masuk tol," ujar Muntaha dengan polos.

Baca juga: Operasi Zebra Gresik, ETLE Incar Catat 75 Pelanggaran di Dua Kecamatan

Karena kesal, petugas sempat mengancam akan mengisolasi keduanya selama 14 hari. Namun setelah satu jam di pos, Muntaha dan Setiawan akhirnya hanya diberi surat teguran dan diminta kembali lagi ke Tuban.

"Jadi ya ini karena mereka ini anak muda dari daerah terpencil, gak tau info-info. Kita suruh mereka pulang saja," tutup Purnomo.

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru