selalu.id - Pelaku yang menghabisi nyawa DK, sekuriti Graha Darmo Satelit Surabaya akhirnya terungkap. Sekuriti berusia 48 tahun ini ternyata dibunuh orang terdekatnya sendiri.
Enam luka tusuk pada tubuh korban menjadi petunjuk awal polisi. Dugaan kuat kematian korban adalah kasus penghilangan nyawa. Ponselnya hilang, tapi sepeda motornya masih ada di lokasi.
Baca juga: Ini Dia Tampang Pelaku Pembacokan Pelajar SMA hingga Tewas saat HUT Persebaya
Polisi memeriksa enam orang saksi. Setelah serangkaian penyelidikan Tim gabungan Polsek Sukomanunggal, Unit Resmob dan Unit Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Hasilnya, tidak sampai 12 jam dari penemuan mayat di pos sekuriti itu, polisi menangkap pelaku. Ia adalah OA, rekan kerja korban.
"Sekarang sudah ditangkap dan dalam proses penyidikan. Pelaku sama sebagai seorang satpam. Mereka adalah sahabat," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, Selasa (12/5/2026).
Dari pengakuan tersangka, pembunuhan dilatarbelakangi masalah pinjaman online (pinjol). Keduanya cekcok mempersoalkan pertanggungjawaban pembayaran pinjol.
Baca juga: Polisi Usut Proyek Maut di Margorejo Surabaya, Siapa jadi Tersangka?
"Motif daripada pembunuhan itu sendiri diawali dengan permasalahan Pinjol. Menurut pengakuannya, uang Pinjol itu digunakan berdua, antara tersangka dan korban," jelas Edy.
Perdebatan itu terjadi setelah pencairan dan menerima dana Pinjol. Tersangka merasa tersinggung dengan perkataan korban terkait pertanggungjawaban dengan pembayaran pinjol.
"Ada ketersinggungan berkaitan mungkin masalah pertanggungjawaban dengan pembayaran Pinjol itu. Adanya percekcokan itulah akhirnya tersangka melakukan pembunuhan korban dengan cara menusuk leher dan dada. Sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," papar dia.
Baca juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih
Terkait kemungkinan adanya pelaku lain, Edy menyatakan berdasarkan bukti dan keterangan tersangka, kemungkinan itu sangat kecil.
"Saat ini dari pengakuan tersangka bahwa dia pelaku tunggal. Setelah dicek CCTV yang ada dan kemudian keterangan saksi di TKP, memang saat itu kondisi sepi. Tidak ada orang selain korban dan pelaku," tandasnya.
Kini OA sudah ditempatkan di sel tahanan Polrestabes Surabaya. Penyidik masih mendalami motif lain dari tersangka.
Editor : Zein Muhammad