Ribuan Mitra Polri di Jatim Komitmen Jaga Kamtibmas

Reporter : Moris Mangke
Apel besar Sabuk Kamtibmas di Polda Jawa Timur. (Dok. Humas Polda Jatim).

selalu.id - Sebanyak 1.980 mitra polisi dari berbagai elemen masyarakat, hadir dalam apel besar Sabuk Kamtibmas di Polda Jawa Timur, Kamis (30/4/2026).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menyatakan bahwa peserta apel yang hadir merupakan anggota komunitas, ormas, hingga perguruan silat.

Baca juga: Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus DurĀ 

“Seperti PSHT, IKSPI, PSHW, lalu ada Banser, Kokam, kemudian ada Pemuda Pancasila, juga ojek online. Hari ini mereka hadir bersama dengan ketua-ketuanya, tentunya dengan satu visi untuk menjaga Kamtibmas,” katanya.

Abast menjelaskan bahwa Sabuk Kamtibmas merupakan wujud nyata dari program Jogo Jatim.

Secara spesifik, Sabuk Kamtibmas bertugas membantu polisi dalam menjaga markas komando secara statis.

“Tentunya, untuk mengamankan aksi unjuk rasa anarkis secara dinamis, juga menghadapi tantangan konflik sosial, hoaks dan dinamika geopolitik,” jelasnya.

Baca juga: Polres Kediri Sabet Juara 1 Kejuaraan Beladiri Piala Kapolda Jatim 2026

Polda Jatim sendiri telah menginstruksikan lima hal. Pertama, penguatan dalam pencegahan gangguan keamanan. Kedua, hilangkan ego sektoral, kemudian wajib saling koordinasi dan melaksanakan rayonisasi antar wilayah.

“Kasatwil, dalam hal ini para Kapolres yang ada di jajaran Polda Jatim harus aktif melakukan pengecekan ke wilayah,” tegas Abast.

Sementara terkait mitigasi bencana dan krisis, Polda Jatim mengajak masyarakat untuk menjaga ruang demokrasi tetap sehat dan damai, serta bebas dari provokasi, disinformasi maupun aksi anarkisme.

Baca juga: Polda Jatim Perketat Pengamanan 1 Suro, Larang Bawa Atribut hingga Konvoi

“Stabilitas keamanan dan investasi adalah syarat mutlak. Tanpa itu, pembangunan dan program pemerintah tidak bisa berjalan, sehingga kesejahteraan masyarakat terancam,” tandasnya.

Polda Jatim berharap Sabuk Kamtibmas tidak hanya berhenti dalam kegiatan seremonial saja, melainkan menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan dan kuat.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru