Misteri Keangkeran Jembatan Cangar: Dari Sosok Hantu Penunjuk Jalan, Juga Jadi Tempat Bertapa

Reporter : Zein Muhammad
Jembatan Cangar Batu. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Aura mistis sangat terasa saat melintas di Jembatan Cangar Kota Batu.

Jembatan ini bukan sekedar jalur penghubung, namun dipercayai oleh masyarakat sebagai jalur angker.

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Serukan Aparat Berantas Cukai Ilegal dengan Penegakan Humanis

Jembatan Cangar terletak di jalur menuju Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Kawasan ini dikelilingi hutan lebat yang sering tertutup kabut.

Kondisi tersebut memperkuat kesan angker pada salah satu titik di jalur Cangar-Pacet ini.

Sejumlah orang mengaku sempat melihat penampakan makhluk serupa genderuwo di sekitar Jembatan Kembar Cangar pada waktu-waktu tertentu.

Keberadaan makhluk halus ini menjadi bagian dari cerita horor yang berkembang di masyarakat.

Salah satu kisah yang paling populer di kalangan pengguna jalan adalah keberadaan sosok hantu penunjuk jalan.

Berbeda dengan namanya, makhluk ini justru muncul untuk menyesatkan para pengendara yang melintas.

Makhluk gaib tersebut diyakini mampu menciptakan ilusi visual bagi pengendara saat menembus kabut dan jalanan berliku. Pengendara seringkali dibuat merasa jalanan tetap lurus padahal jembatan sebenarnya berbelok.

Ilusi ini sangat berbahaya karena bisa mengarahkan kendaraan menuju tebing atau jurang.

Baca juga: Kakek Misterius dengan Kepala Terluka Ditemukan di Sungai Brangkal Mojokerto

Fenomena ini menjadi peringatan bagi siapa saja yang melewati jalur tersebut agar tetap waspada dan fokus.

Mitos lain yang berkembang adalah larangan melintasi jembatan saat menjelang Magrib atau tengah malam.

Warga percaya bahwa melanggar waktu tersebut dapat memicu kemunculan sosok perempuan berambut panjang atau nenek tua.

Beberapa pelintas juga melaporkan terdengarnya suara-suara aneh seperti bisikan dan tangisan saat suasana sedang sepi.

Tak jarang, kendaraan dilaporkan mendadak mogok tanpa alasan teknis yang jelas saat berada di lokasi.

Baca juga: Truk Tabrak Tiang di Mojokerto: Sopir Terjepit, Kernet Terlempar ke Sawah

Masyarakat menyebut kawasan jembatan berdiri di lahan yang dulunya menjadi tempat bertapa atau area pembuangan korban pesugihan.

Jejak energi dari masa lalu tersebut diyakini masih tersisa hingga sekarang.

Sebagai bentuk penghormatan, warga menyarankan pengendara untuk membunyikan klakson atau mengucap salam sebelum melintas.

Hal ini dilakukan sebagai tanda permisi kepada penghuni tak kasatmata di kawasan tersebut.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru