Bupati Fawait Tegaskan Stok Elpiji 3 Kg di Jember Aman dan Terkendali

Reporter : Ahmad Nurul Wijaya
Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Pertamina dan jajaran. (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang diiringi kenaikan harga di sejumlah wilayah Kabupaten Jember mendapat perhatian serius.

Bupati Jember, Muhammad Fawait memastikan bahwa stok elpiji bersubsidi masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Baca juga: Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Untuk merespons keresahan masyarakat, Pemkab Jember bersama Pertamina Patra Niaga langsung melakukan langkah cepat untuk menjaga distribusi dan stabilitas harga di lapangan.

Fawait menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya kelangkaan, tetapi juga praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).

Ia menyebut masih ditemukan pangkalan yang menjual elpiji 3 kg melebihi batas harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp18.000.

"Pelanggaran tersebut tidak bisa ditoleransi. Pemerintah daerah mendorong tindakan tegas hingga penutupan pangkalan bagi pelaku usaha yang terbukti menjual di atas HET," tegasnya, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan distribusi elpiji dengan melaporkan pangkalan yang melanggar melalui berbagai kanal pengaduan, termasuk program Wadul Gus’e.

Selain itu, pemerintah pusat turut berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional, termasuk memastikan ketersediaan elpiji di tengah dinamika global.

"Pemerintah Kabupaten Jember memastikan akan turun langsung ke lapangan bersama Pertamina untuk melakukan pengecekan apabila menerima laporan dari masyarakat. Hal ini dilakukan guna memastikan harga elpiji di tingkat pangkalan tetap sesuai ketentuan," jelas Fawait.

Baca juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Sementara itu, perwakilan Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi menegaskan tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada oknum-oknum nakal.

Ia menyebut bahwa menjual elpiji di atas HET merupakan pelanggaran berat yang dapat berujung pada pemutusan hubungan usaha hingga penutupan pangkalan.

"Dengan langkah ini, kami berharap distribusi elpiji 3 kg di Jember kembali normal serta masyarakat dapat memperoleh energi bersubsidi dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan," jelasnya. (ADV).

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru