selalu.id - Bupati Jember, Muhammad Fawait, secara resmi meluncurkan program Bantuan Pangan alokasi Februari–Maret 2026 pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi, khususnya pasca Ramadan dan Idul Fitri.
Dalam keterangannya, Gus Fawait menyampaikan bahwa bantuan pangan ini diharapkan mampu membantu masyarakat sekaligus mengendalikan lonjakan harga bahan pokok. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh pihak yang terlibat.
Baca juga: Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun
“Dengan adanya bantuan pangan ini tentu akan bisa menurunkan tingkat inflasi. Atas nama masyarakat Kabupaten Jember, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Bulog, TNI-Polri, serta Badan Pangan Nasional yang terlibat langsung dalam pendistribusian bantuan ini. Alhamdulillah, dari periode ke periode pelaksanaan bantuan pangan di Jember berjalan dengan baik,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), untuk meminimalisir dampak terhadap sektor pertanian serta mengoptimalkan bantuan yang ada.
Sementara itu, Kepala Cabang Perum Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, menjelaskan bahwa total penerima bantuan pangan di Kabupaten Jember mencapai 390.744 orang. Penyaluran tahap awal dilakukan di tiga kecamatan, yakni Kaliwates, Patrang, dan Arjasa.
Baca juga: Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga
Pihaknya menyebutkan, total beras yang akan disalurkan untuk alokasi Februari dan Maret mencapai sekitar 8.000 ton, serta minyak goreng sebanyak 1,8 juta liter. Bulog juga telah menyiapkan sistem distribusi berbasis aplikasi dan petugas di tingkat kelurahan guna memastikan penyaluran berjalan lancar.
“Untuk penyaluran, kami prioritaskan wilayah perkotaan terlebih dahulu karena dekat dengan pasar, sehingga dapat membantu menekan inflasi bahan pokok. Selanjutnya akan menyasar wilayah pedesaan dengan tetap mempertimbangkan kondisi panen agar harga gabah petani tidak turun,” jelasnya.
Baca juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak
Selain itu, Bulog mencatat adanya peningkatan harga gabah di tingkat petani. Jika sebelumnya harga berkisar Rp6.100 per kilogram, kini meningkat hingga Rp6.700 per kilogram, bahkan mencapai Rp8.000 per kilogram untuk jenis tertentu di wilayah selatan Jember. Hal ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kesejahteraan petani.
Program bantuan pangan ini ditargetkan selesai didistribusikan hingga 31 Mei 2026. "Pemerintah Kabupaten Jember bersama Bulog akan terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan program berjalan optimal serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," pungkasnya.
Editor : Redaksi