selalu.id - Sebuah warung penyetan sederhana di Jalan Ngagel Jaya Barat, Surabaya, mendadak viral di TikTok.
Bukan hanya karena cita rasa makanannya, tetapi juga kisah di balik pelayanannya yang melibatkan penyandang tunarungu.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus
Warung Pegasus, begitu namanya. Tampak seperti warung kaki lima pada umumnya. Etalase sederhana berjajar di pinggir jalan, menyajikan aneka lauk seperti ayam, bebek, tahu, tempe, usus, hingga ikan.
Namun, ada yang berbeda saat pelanggan datang. Dua pemuda tunarungu, Dayan dan Ardan, sigap menyambut dan melayani pesanan.
Pemilik warung, Ida, menceritakan bahwa keduanya merupakan lulusan SMA SLB. Dayan merupakan anaknya sendiri sering dibantu oleh temannya Ardan.
Sebelum membantu di warung, mereka sempat bekerja di kedai kopi. Kini, mereka sering membantu di warung penyetan ini.
“Awalnya bantu-bantu saja. Lama-lama bisa sendiri, ngerti tanpa diajari,” ungkap Ida kepada selalu.id, Selasa (17/3/2026) malam.
Setiap hari, Dayan dan Ardan melayani pelanggan sejak warung buka pukul 16.00 WIB hingga tutup sekitar pukul 23.00 WIB.
Dengan keterbatasan yang dimiliki, keduanya tetap mampu memberikan pelayanan yang ramah dan cekatan.
Kisah inilah yang kemudian menarik perhatian warganet. Video aktivitas mereka saat melayani pelanggan beredar luas di TikTok dan membuat warung tersebut ramai diserbu pembeli.
Ida mengaku, sejak viral, jumlah pelanggan meningkat signifikan, terutama saat Ramadan.
Baca juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?
“Meningkatnya sampai dua kali lipat. Banyak yang datang langsung, banyak juga yang bungkus,” ujarnya.
Warung Pegasus sendiri baru sekitar satu tahun menempati lokasi di Ngagel Jaya Barat.
Sebelumnya, warung ini sempat beberapa kali berpindah tempat, sehingga pelanggan lama sempat kesulitan menemukannya.
“Sekarang di Ngagel Jaya, sekarang pindah-pindah terus, jadi pelanggan lama susah cari. Setelah viral, banyak yang tahu ternyata pindah ke sini, ada yang tahu ini dari TikTok,” kata Ida.
Selain kisah pelayannya, warung ini juga dikenal karena sambalnya yang khas. Ada dua pilihan sambal yang disajikan, yakni sambal mentah dan sambal goreng, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.
Baca juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi
Salah satu pengunjung, Aini, warga Sidoarjo, mengaku datang karena penasaran setelah melihat video viral di TikTok.
“Aku datang kesini lihat di TikTok. Menarik ya dengan pelayanannya, makanannya juga enak,” katanya.
Tak hanya warga lokal, wisatawan mancanegara pun ikut tertarik. Martin Mollerus, turis asal Belanda, mengaku singgah secara tidak sengaja saat berada di sekitar lokasi.
“Saya suka ayam dan bebeknya, rasanya sangat enak,” ungkapnya.
Martin mengatakan, awalnya ia tidak menyadari bahwa pelayan di warung tersebut adalah penyandang tunarungu. Namun setelah mengetahuinya, ia justru merasa pengalaman makan di sana menjadi lebih berkesan.
“Tentang pelayan yang merupakan penyandang tunarungu atau tidak bisa mendengar, jujur awalnya saya tidak menyadarinya. Tapi menurut saya itu hal yang sangat baik. Justru membuat tempat ini terasa lebih istimewa dan memberikan kesan simpati yang positif. Pelayanannya juga tetap bagus, jadi tentu saya mendukung,” jelasnya.
Editor : Zein Muhammad