selalu.id - Usai Sahur, Puluhan remaja bermain gledekan laker dengan memanfaatkan jalan yang menurun di kawasan Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Permainan yang menggunakan kerangka besi beroda dari klaker ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan remaja dengan memanfaatkan jalur menurun. Mereka meluncur menggunakan rangka besi tersebut di sepanjang jalur turun Pacet.
Baca juga: Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro
Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat sekitar yang penasaran dengan permainan sederhana yang dimulai sejak pukul 04.30 sampai 06.00 WIB.
Yerli, salah satu peserta permainan gledekan laker mengatakan, dirinya datang ingin mencoba sirkuit Pacet lantaran ada tantangan yang berbeda dibanding tempat lain.
"Mencoba sirkuit baru, soalnya biasanya main di Prigen Pasuruan," kata Yerli, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, alat atau kendaraan yang digunakan sebagian besar merupakan hasil rakitan sendiri. Jika dulu dibuat dari kayu, kini banyak yang telah dimodifikasi menggunakan bahan besi.
Baca juga: 21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus
"Ini sudah punya lama, bikin sendiri. Kalau dulu pakai kayu, sekarang dimodif pakai besi," jelasnya.
Permainan gledekan laker ini menjadi salah satu ajang hiburan sekaligus sarana menyalurkan kreativitas bagi para remaja yang ikut dalam komunitas ini.
Mereka mengaku tertantang merasakan sensasi meluncur menggunakan alat tradisional yang kini mulai jarang ditemui di tengah perkembangan permainan modern.
Baca juga: Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran
"Di sini lebih asik, sirkuitnya lebih panjang dan lebih curam, ada tikungan langsung ke bawah," ungkap Yerli.
Meski berlangsung meriah, masyarakat sekitar tetap mengingatkan para peserta agar mengutamakan keselamatan saat meluncur di jalur turunan yang cukup curam dengan panjang jalur sekitar satu kilometer.
"Syaratnya harus pakai sepatu dan helm, kalau gak pakai itu tidak boleh main," pungkasnya.
Editor : Redaksi