Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Rabu, 21 Okt 2026 14:30 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota Mojokerto bersama Polres Mojokerto Kota menggelar doa kebangsaan di Masjid Darul Amanah, Balai Kota Mojokerto, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini digelar untuk memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.
Baca Juga: 21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita menyebut doa kebangsaan sebagai momentum menyatukan hati dan pikiran demi kedamaian.
“Melalui doa ini, kita bermunajat bersama demi kedamaian bangsa dan negara. Ketika Allah menganugerahkan pemimpin-pemimpin yang berjalan di jalan yang lurus, insyaallah kita yang dipimpin juga bisa merasakan energi positifnya. Kita yang mengemban tugas di daerah pun dapat menjalankan tugas dengan lebih damai dan nyaman,” tuturnya.
Ning Ita memaparkan sejumlah capaian pembangunan di Kota Mojokerto yang selaras dengan program nasional. Di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto tercatat 6,05 persen. Angka itu melampaui capaian provinsi maupun nasional.
"Di bidang ekonomi pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mencapai 6,05 persen, melampaui capaian provinsi maupun nasional," terangnya.
Sektor kesehatan juga menunjukkan progres. Program Universal Health Coverage UHC sudah berjalan 7 tahun. Sementara pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis CKG telah melampaui 100 persen dari target.
"Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Mojokerto juga telah melampaui 100 persen dari target yang ditetapkan," imbuhnya
Program Makan Bergizi Gratis MBG menjangkau sekitar 82 persen sasaran. Penerimanya meliputi anak-anak, ibu hamil, balita, dan lansia. Program ini didukung 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG yang beroperasi di kota.
Baca Juga: Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo
Ia juga menyorot capaian nasional seperti swasembada beras dan pengembangan biodiesel B50 sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan dan energi.
Menurutnya, informasi positif perlu disampaikan secara berimbang agar masyarakat mendapat gambaran utuh dan ruang publik tetap sehat.
“Capaian yang positif juga harus bisa didengar masyarakat secara positif. Kita ingin Indonesia dengan segala pluralismenya tetap mengedepankan toleransi. Kalau semuanya rukun dan bergotong royong, insyaallah kita yang bertugas di daerah juga akan lebih nyaman dalam menjalankan tugas masing-masing,” imbuhnya.
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Doddy Munandar menegaskan, kekuatan bangsa lahir dari persatuan, kerukunan, dan keteguhan menjaga nilai kebangsaan.
Ia memastikan Polres berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Hal itu tidak bisa jalan sendiri tanpa sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Baca Juga: Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama. Semoga melalui doa kebangsaan ini, kita dapat mendoakan para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik demi kemajuan bangsa dan negara,” doanya.
Ning Ita juga mengapresiasi kekompakan lintas instansi. Ia berharap semua pihak tetap satu tujuan: melayani masyarakat.
“Kita semua di sini adalah pelayan masyarakat, abdi bangsa, dan abdi negara. Kalau semua tugas dijalankan dengan kekompakan dan kegotongroyongan, insyaallah akan lebih mudah menuju satu tujuan, yaitu demi masyarakat Kota Mojokerto,” tegasnya.
Kegiatan khidmat ini dihadiri Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi, Sekda Gaguk Tri Prasetyo, Ketua PCNU Kota Mojokerto KH Muhammad Shodikin Marzuqan, pengasuh Ponpes Al-Azhar Gus Abdul Hamid, serta jajaran Pemkot dan Polres Mojokerto Kota.
Editor : Zein Muhammad