Pasutri Penjual Produk Mamin Kedaluwarsa di Surabaya Diringkus, Omsetnya Rp30 Juta per Bulan

Reporter : Dony Maulana
Ilustrasi. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Sindikat penjual makanan dan minuman (mamin) kedaluwarsa diamankan Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Yang bikin geleng kepala, sindikat ini diotaki oleh pasangan suami-istri (pasutri). Selain menangkap pasutri, polisi juga mengamankan seorang pria yang turut terlibat.

Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Benar, ketiga tersangka saat ini sudah kami tahan. Saat ini masih dalam pemeriksaan untuk pendalaman lebih lanjut," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, Jumat (13/3/2026).

Edy menyebut, pasutri yang diamankan berinisial AFP dan R. Sementara temannya berinisial AP. Mereka merupakan warga Kertajaya, Gubeng, Surabaya

"Mereka ini kami amankan di rumahnya. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan berbagai produk mamin yang sudah kedaluwarsa," jelasnya.

Dalam beraksi, sindikat ini menawarkan produk mamin kedaluwarsa melalui media sosial hingga tetangganya sendiri dengan harga jauh di bawah pasaran.

Baca juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Jadi, sasarannya ini di media sosial, juga tetangga sekitar rumahnya sendiri. Mereka modusnya mengganti label kedaluwarsa dengan yang baru," papar Edy.

Edy menyebut, produk mamin yang disita di antaranya yoghurt, susu, sosis, mi instan, bumbu masakan, teh kemasan, hingga minuman saset.

Sindikat ini mulai beraksi sejak November 2025 dan berhasil meraup untung hingga Rp30 juta per bulan. Diperkiraan total keuntungan yang diperoleh selama empat bulan terakhir mencapai ratusan juta rupiah.

Baca juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Sementara salah satu tersangka yakni AFP, mengaku mendapatkan produk mamin kedaluwarsa itu dari tempat kerjanya di kawasan Sidoarjo. Ia sendiri merupakan kepala gudang.

Yang bikin geleng kepala lagi, sindikat ini juga memasok produk mamin yang mendekati kedaluwarsa ke sejumlah minimarket untuk kemudian dijual ulang.

"Jadi, mereka ini sudah terorganisir. Ada yang bagian mengepul produknya, kemudian diganti ke label yang baru," tandas Edy.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru