Terminal Petikemas Surabaya Perkuat Layanan Logistik Lewat Pembaruan Operasional dan Alat Baru

Reporter : Dony Maulana
Terminal Petikemas Surabaya (TPS). (Dok. Terminal Petikemas Surabaya).

selalu.id - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat peranannya dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional melalui serangkaian pembaruan operasional dan penambahan alat bongkar muat handal.

Langkah strategis ini diumumkan dalam forum silaturahmi dan dialog dengan pelaku industri pada akhir bulan Februari 2026 di Gedung Administrasi TPS.

Baca juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo menyatakan bahwa upaya ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan menarik kunjungan kapal lebih banyak.

"Sebagian unit Container Crane (CC) dialokasikan ke Terminal Berlian untuk merata-kan distribusi layanan di Pelabuhan Tanjung Perak," katanya, Senin (2/3/2026).

Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, mengapresiasi langkah tersebut yang disebutnya sebagai angin segar bagi pelaku bisnis.

Hampir seluruh peralatan kini telah diperbarui, ditambah dengan area fumigasi dan alat pemindai ekspor-impor yang mempercepat proses pemeriksaan barang.

Baca juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

“TPS berkomitmen menyediakan layanan transparan dan modern. Seluruh aktivitas operasional dapat dipantau secara real time melalui website resmi kami,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, mengungkapkan bahwa TPS telah menerima 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dalam tiga batch, dengan empat unit sudah beroperasi dan sepuluh lainnya akan masuk bertahap.

Pada April mendatang, akan datang lagi 4 unit CC baru yang akan dioperasikan pertengahan tahun ini.

Baca juga: Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Untuk menghadapi periode Lebaran, TPS menerapkan ritme kerja adaptif dengan penyesuaian pola kerja saat sahur dan buka puasa.

Pemantauan forecast ekspor-impor juga dilakukan secara berkala untuk memastikan fleksibilitas penggunaan area Container Yard (CY).

“Kontribusi alat baru ini diharapkan dapat mempersingkat waktu sandar kapal dan meningkatkan terminal handling capacity, sekaligus menurunkan keluhan eksternal secara signifikan,” jelas Noor.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru