selalu.id - Aspirasi generasi muda atau Gen Z mendominasi reses anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo di Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Kamis (12/2/2026) malam.
Dalam pertemuan bersama Karang Taruna dan organisasi kepemudaan, para pemuda meminta perhatian lebih dari Pemkot Surabaya, terutama soal realisasi program intervensi pemuda yang telah dianggarkan dalam APBD 2026.
Baca juga: Harga Cabai di GPM Surabaya Turun hingga 50 Persen Jelang Ramadan
Cahyo mengungkapkan, DPRD bersama Pemerintah Kota telah menyepakati anggaran sekitar Rp47 miliar untuk program penguatan pemuda berbasis RW. Setiap RW direncanakan mendapat alokasi sekitar Rp35 juta.
“Ini anggaran baru. Kita apresiasi Pemkot Surabaya sudah mengalokasikan anggaran khusus untuk pemuda. Harapannya segera direalisasikan agar tujuannya tercapai, yakni mengurangi pengangguran terbuka dan kemiskinan di kalangan anak muda,” kata Cahyo.
Dalam reses tersebut, Karang Taruna Sawahan menyampaikan sejumlah kebutuhan riil di lapangan. Mulai dari kekurangan tenaga pengajar untuk kegiatan belajar bahasa Inggris bagi siswa SD dan SMP, hingga keterbatasan sarana prasarana untuk aktivitas kreatif seperti fotografi dan produksi media.
“Ada yang sudah aktif mengajar anak-anak, tapi kekurangan guru. Ada juga kegiatan fotografi dan media yang butuh kamera dan peralatan pendukung. Mereka ingin ada atensi lebih dari pemerintah,” jelasnya.
Menurut Cahyo, hingga kini payung hukum berupa Peraturan Wali Kota (Perwali) dan petunjuk teknis (juknis) program tersebut masih dalam proses penyusunan oleh eksekutif. Ia berharap regulasi segera rampung agar program tidak molor.
“Kalau melihat hitungan waktu, idealnya Maret sudah mulai jalan. Puncaknya bisa di Oktober, bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda. Jangan sampai efektifnya hanya tujuh bulan karena terlambat mulai,” tegas Cahyo.
Politisi PKS ini menjelaskan, sasaran program adalah pemuda sesuai rentang usia Gen Z yang terlibat dalam organisasi, baik Karang Taruna, remaja masjid, maupun komunitas kepemudaan lainnya.
Baca juga: Strategi Pemkot Surabaya Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan
Namun hingga kini, DPRD belum melakukan sosialisasi karena regulasi teknis belum selesai.
“DPRD posisinya pengawas. Eksekutornya tetap pemerintah kota. Maka yang penting sekarang payung hukumnya selesai dulu,” papar Cahyo.
Selain program penguatan pemuda, isu pendidikan juga mengemuka dalam reses tersebut. Cahyo menyinggung perubahan kebijakan beasiswa Pemuda Tangguh, baik untuk SMA/SMK maupun perguruan tinggi.
Untuk mahasiswa, besaran bantuan kini rata Rp2,5 juta, yang dinilai belum menutup seluruh Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Baca juga: Pemkot Surabaya Gelar Kya-Kya Chunjie Fest 2026, Catat Tanggalnya
Sementara untuk siswa SMA/SMK swasta, bantuan naik menjadi Rp350 ribu per bulan dan disalurkan langsung ke sekolah. Sedangkan siswa sekolah negeri hanya menerima bantuan seragam.
“Ada perubahan kebijakan, tentu perlu proses adaptasi. Komunikasi dengan kampus juga harus jelas agar mahasiswa tidak terbebani selisih UKT,” katanya.
Cahyo menegaskan, semangat program ini adalah menyiapkan Gen Z sebagai pemimpin masa depan Surabaya.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin esok. Kalau mereka kita siapkan dengan baik, insyaallah Surabaya ke depan juga lebih baik,” pungkas dia.
Editor : Zein Muhammad