selalu.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya memperkuat konsolidasi dan organisasi melalui kegiatan Orientasi Kepalangmerahan yang diikuti jajaran Dewan Kehormatan dan Pengurus baru periode 2026–2031.
Kegiatan Orientasi Kepalangmerahan yang berlangsung di Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya ini menghadirkan narasumber dari PMI Provinsi Jawa Timur, yakni Ketua Bidang Organisasi Muchamad Taufiq dan Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Edi Purwinarto.
Baca juga: Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom
“Kegiatan ini digelar satu bulan setelah pelantikan pengurus baru, yang sebagian dari mereka memang wajah-wajah baru di organisasi PMI. Dari kegiatan ini, diharapkan jajaran Dewan Kehormatan dan pengurus baru lebih memahami visi dan misi kepalangmerahan serta organisasi PMI,” kata Wakil Ketua PMI Kota Surabaya, Taufik Rohman saat membuka kegiatan orientasi, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan PMI Surabaya memiliki beberapa program yang siap direalisasikan pada tahun ini, salah satunya meningkatkan keterampilan dan kemampuan para relawan dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan dan penanganan bencana, khususnya di Kota Surabaya.
“PMI bisa bekerja sama dengan Damkar (Dinas Pemadam Kebakaran) atau BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan instansi lai. dalam pelatihan penanggulangan bencana yang terjadi di gedung-gedung bertingkat, permukiman dan lainnya,” jelas Taufik.
Sementara Ketua PMI Provinsi Jatim, Imam Utomo dalam sambutan yang dibacakan Wakil Ketua Eddy Indrayana mengatakan bahwa kegiatan orientasi ini memperkuat pemahaman mengenai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan Indonesia.
“Ini langkah strategis bagi Dewan Kehormatan dan pengurus baru PMI Kota Surabaya dalam menjalankan tugas-tugas kemenusiaan ke depan,” katanya.
Baca juga: Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang
Imam Utomo mengingatkan bahwa jabatan di PMI bukan merupakan kedudukan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan sepenuh hati dan sukarela.
“Untuk itu, dewan kehormatan, pengurus, staf atau pegawai dan relawan PMI harus berjalan beriringan dan satu kesatuan dalam menjalankan roda organisasi,” tambah mantan Gubernur Jatim dua periode itu.
Ketua Bidang Organisasi PMI Jatim, Muchamad Taufiq pada kesempatan itu memaparkan soal tata kelola organisasi kepalangmerahan dan tupoksi PMI berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2018.
Baca juga: PDS Gelar Edukasi Keselamatan Kebakaran untuk Anak-anak dalam Rangka Bulan K3
Menurut Taufiq, prinsip dari gerakan internasional palang merah dan Bulan Sabit Merah adalah kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.
“Prinsip dasarnya, komponen PMI yang terdiri atas pengurus, anggota, relawan, dan pegawai harus bersikap netral, dilarang melibatkan PMI dalam keberpihakan politik, suku, agama , ras, ideologi, dan konflik pertentangan lainnya,” katanya.
Selain itu, komponen PMI juga dilarang menampilkan pencitraan diri yang menimbulkan reputasi buruk bagi organisasi.
Editor : Zein Muhammad