selalu.id - Dugaan korupsi penyimpangan dalam pengadaan laptop untuk pondok pesantren di Jawa Timur menyeret tiga unsur dari program yang bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Jatim. Tiga unsur ini adi sasaran sorotan Gerakan Masyarakat Pembela Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Gempar Jatim).
Ketiga unsur itu yakni DPRD Jatim, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dan Inspektorat Jawa Timur. Terkait dugaan penyelewengan ini, Gempar Jatim pun mendatangi kantor Inspektorat Jatim, pada Senin (2/2/2026).
Baca juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Gempar Jatim Adipati Edi menegaskan pihaknya sudah melakukan pertemuan kepada perwakilan Inspektorat. Ia mengaku laporan mereka akan ditindaklanjuti.
“Inspektorat akan menindaklanjuti laporan yang kami sampaikan," kata Adipati, kepada selalu.id.
Informasi yang diperoleh Selalu.id, ada salah satu pimpinan fraksi di DPRD Jawa Timur yang diduga menjadi pengusul program. Usulan itu masuk melalui skema Pokir dewan dan dikaitkan dengan partai berwarna kuning.
Selain unsur legislatif, program ini juga berkaitan dengan Biro Kesra Pemprov Jatim sebagai pelaksana anggaran, serta Inspektorat Jawa Timur yang kini didesak melakukan audit investigatif.
Baca juga: Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes
"Dari hasil audiensi, kami juga menunggu perkembangan dari Inspektorat Jatim, dan tidak menutup kemungkinan akan ada Aksi Jilid II di tiga titik, yakni DPRD Jatim, Biro Kesra Pemprov Jatim, dan Inspektorat Jatim,” ujar Adipati.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), terdapat sejumlah paket pengadaan laptop dalam program peningkatan peran serta masyarakat dalam pemberdayaan SDM.
Nilai setiap paket tercatat mencapai ratusan juta rupiah dengan metode pemilihan penyedia melalui mekanisme e-purchasing.
Baca juga: Gila! Ternyata Begini Alur Suap Dana Hibah Pokir DPRD Jatim
Penelusuran pada katalog elektronik nasional menunjukkan harga laptop dengan spesifikasi prosesor Intel Core i5 generasi ke-12, RAM 16 GB, dan SSD 512 GB berada di kisaran Rp12 juta hingga Rp13 juta per unit, tergantung penyedia.
Perbandingan harga ini dianggap Gempar Jatim, memunculkan pertanyaan dari kalangan masyarakat sipil. Terkait kesesuaian antara spesifikasi dan nilai pengadaan yang ditemukan di lapangan.
Editor : Redaksi