selalu.id - Kapal Pacific 88 yang tengah bersandar di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dilaporkan miring saat proses bongkar muat, Senin (2/2/2027).
Insiden tersebut terjadi sekira pukul 04.00 WIB, membuat sejumlah peti kemas terlepas dan berjatuhan ke laut.
Baca juga: 626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim
Lebih tragis lagi, satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, peristiwa terjadi ketika aktivitas bongkar muat sedang berlangsung.
Tiba-tiba kapal mengalami kemiringan ke arah darat. Posisi kapal yang tak lagi stabil membuat beberapa kontainer tergelincir dan jatuh ke sisi laut dekat dermaga.
Dept Head Hukum dan Humas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, Karlinda Sari, membenarkan kejadian tersebut.
“Berdasarkan laporan awal, ada satu TKBM yang belum ditemukan. Saat ini fokus utama kami adalah pencarian dan evakuasi korban,” katanya.
Tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi. Unsur Pelindo, Basarnas, Polairud, hingga instansi terkait melakukan penyisiran di sekitar perairan dermaga untuk mencari korban yang hilang.
Baca juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya
Pelindo juga menghentikan sementara aktivitas di area terdampak guna mempercepat proses evakuasi serta mengantisipasi risiko lanjutan.
Sejumlah peti kemas yang tercebur ke laut pun masih dalam proses penanganan.
Terkait penyebab kapal bisa miring saat sandar, Karlinda menyebut pihaknya masih menunggu hasil investigasi resmi.
“Penyebabnya masih diinvestigasi oleh pihak terkait. Kami berkoordinasi intensif dengan KSOP dan unsur lainnya untuk memastikan penanganan berjalan optimal,” jelasnya.
Hingga kini, proses pencarian korban dan evakuasi kontainer masih berlangsung.
Pelindo menyatakan operasional di Dermaga Jamrud Selatan akan dibuka kembali secara bertahap setelah kondisi dinyatakan benar-benar aman.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut secara transparan sesuai hasil penanganan di lapangan,” tegas Karlinda.
Editor : Zein Muhammad