Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Reporter : Ade Resty
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memutus kontrak dua proyek pembangunan pompa air yang mengalami keterlambatan setelah kontraktor pelaksana dinilai gagal memenuhi kewajiban pekerjaan.

Dua proyek itu dijatuhkan sanksi daftar hitam (blacklist) selama dua tahun. Lokasinya, berada di Jalan Ahmad Yani dekat Taman Pelangi serta kawasan Tengger Kandangan.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Padahal, proyek ini penting bagian dari infrastruktur pengendalian banjir yang dibutuhkan menjelang puncak musim hujan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menyatakan secara umum proyek Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) tahun anggaran 2025 telah selesai. Namun, dua proyek pompa air tidak rampung karena wanprestasi kontraktor.

“Akhir tahun kemarin semua proyek selesai, kecuali dua pembangunan pompa air yang tidak bisa diselesaikan karena wanprestasi kontraktornya,” katanya, Sabtu (31/1/2026).

Karena tidak memungkinkan perpanjangan waktu akibat penutupan tahun anggaran, kontrak kedua penyedia jasa diputus.

Jaminan pelaksanaan dicairkan, dan perusahaan terkait dilarang mengikuti proyek Pemkot Surabaya selama dua tahun.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Meski demikian, keterlambatan proyek membuat penyelesaian harus dialihkan melalui skema swakelola oleh DSDABM dengan melibatkan satuan tugas internal.

Mekanisme ini ditempuh agar pompa air tetap bisa difungsikan dalam waktu dekat.

“Dua-duanya dilanjutkan swakelola oleh DSDABM. Ditargetkan Februari sudah bisa dioperasionalkan,” jelas Syamsul.

Syamsul tidak merinci berapa nilai sisa pekerjaan maupun potensi kerugian akibat keterlambatan tersebut. Ia hanya menyebut progres fisik kini telah memasuki tahap akhir.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Syamsul menambahkan dua pompa air ini dinilai penting untuk memperkuat sistem drainase kota, terutama menghadapi pola hujan ekstrem yang diperkirakan meningkat pada Februari.

“Biasanya setelah puncak musim hujan masuk masa pancaroba, intensitas hujan tinggi meski durasinya singkat. Itu yang rawan,” katanya.

Keterlambatan proyek infrastruktur pengendali banjir ini menambah daftar pekerjaan strategis yang tidak selesai sesuai jadwal pada akhir tahun anggaran, meski pemerintah memastikan fungsinya tetap dikejar melalui jalur nonkontraktual.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru