Pemkot Surabaya Launching Kader Baru yang Dikhususkan Menangani Kebakaran

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat upacara HUT PMK di Balai Kota Surabaya

selalu.id - Menyambut HUT Pemadam Kebakaran (PMK), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melaunching kader Madagaskar serta aplikasi PMK di Halaman Balai Kota Surabaya, Selasa (1/3/2022).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, kader Madagaskar akan fokus memantau musibah kebakaran di tingkat terendah (RT). Kader ini masih tergabung dalam Kader Surabaya Hebat.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Kader Madagaskar tapi kalau sudah turun ke masyarakat namanya menjadi satu kader Surabaya hebat, jadi ya mikir standingnya seperti apa mengurangi kemiskinan Seperti apa mencegah kebakaran, jadi tidak ada yang lebih hebat," kata Eri.

Eri menyampaikan, nantinya kader Madagaskar menjadi satu dari kader-kader yang lain di lingkungan RT di Kota Surabaya. Sehingga kader yang lain bisa saling membantu dan bergotong-royong.

"Ketika kader-kader ini menjadi satu dalam satu RT, mereka bergabung, ketika, melihat bayi stanting yang tahu kader Madagaskar, ada kebakaran dibantu oleh kadar lain cepat. Saling membantu, ini yang saya inginkan di Kota Surabaya,"jelasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan bahwa kebakaran di Surabaya mengalami penurunan. Apalagi sebelum diresmikan kader Madagaskar, dengan begitu dengan diresmikan madagaskar tersebut penanganan akan lebih cepat .

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Ketika ada penurunan stunting siapa ? Ya Kader Posyandu. Bayangkan kalau semua kader posyandu gak ada Madagaskar. Ya ini, perlu gotong royong dan kekeluargaan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMK Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan bahwa pihaknya sudah mensosialisasikan secara parsial. Selain itu, pihaknya juga melatih para RW, sehingga hal tersebut menunjukkan angka penurunan kebakaran dan penanganan warga sudah meningkat.

"Jadi kita datang api sudah dipadamkan warga, angka itu ada peningkatan signifikan, sehingga kemarin kita kerjasama dengan PKK. Kalau kader ini digerakkan secara masif, seperti yang kita sosialisasi pasti nanti makin tinggi nilai angka penurunan kebakaran itu,"kata Dedik.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Dedik juga menyampaikan bahwa kebakaran di Kota Surabaya mengalami penurunan. Tahun 2019 sebanyak 946 kejadian, lalu tahun 2020 sebanyak 694 kejadian, kemudian tahun lalu 2021 sebanyak 644 kejadian.

"Setelah ada kader ini ada penurunan lagi. Ini sampai akhir Februari hanya 56 kejadian saja," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru