TPS Surabaya Dukung Pemberdayaan Petani Mangrove Lewat Program Restorasi Pesisir

Reporter : Dony Maulana

selalu.id - Terminal Petikemas Surabaya, anak usaha Pelindo Terminal Petikemas, meluncurkan program keberlanjutan bertajuk Menanam Harapan Menjaga Keberlanjutan. Program ini difokuskan pada pemulihan ekosistem pesisir sekaligus pemberdayaan ekonomi petani mangrove.

Melalui kerja sama dengan Kelompok Petani Mangrove Kompak Mandiri Lestari, TPS mendukung pembibitan 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata. Kegiatan tersebut menjadi sumber penghasilan tambahan bagi petani di tengah ketidakpastian pendapatan akibat perubahan musim dan kondisi lingkungan pesisir.

Baca juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Salah satu anggota kelompok, Moch. Toha, yang juga berprofesi sebagai nelayan pesisir, menyampaikan manfaat program tersebut. “Kalau melaut tidak selalu bisa setiap hari. Dengan pembibitan mangrove, kami tetap punya penghasilan yang lebih pasti untuk biaya sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Baca juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Pelatihan BLS untuk 30 Peserta di Surabaya

Ketua Kelompok Kompak Mandiri Lestari, Shodiq Machfudz, mengatakan program pembibitan mangrove tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun rasa percaya diri kelompok. “Kami merasa dipercaya sebagai mitra. Mangrove yang kami rawat menjadi bagian dari masa depan keluarga kami,” katanya.

TPS memberikan pendampingan teknis agar proses pembibitan berjalan sesuai standar. Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menyebut keberhasilan program diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. “Keberlanjutan sejati adalah ketika lingkungan pulih dan masyarakatnya sejahtera. Kami ingin petani memiliki pendapatan yang lebih baik dan masa depan yang pasti,” jelasnya.

Baca juga: Sistem ADDS Berbasis AI Dongkrak Akurasi Pemeriksaan Kontainer TPS

Selain berfungsi sebagai penahan abrasi dan penyerap karbon, mangrove juga memiliki nilai ekonomi jangka panjang. Bibit hasil pembibitan ditargetkan siap tanam pada April 2026 dan akan didistribusikan untuk rehabilitasi kawasan pesisir Surabaya serta wilayah lain yang membutuhkan. TPS juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dengan menjadikan petani mangrove sebagai mitra utama.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru